Politik . 22/09/2025, 19:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi insiden keracunan yang menimpa ribuan siswa dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Tercatat, sejak Januari hingga September 2025, sedikitnya 5.626 kasus keracunan terjadi di 17 provinsi.
Puan menilai persoalan ini harus ditindaklanjuti secara serius agar pelaksanaan program benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.
"Harus selalu dilakukan evaluasi untuk bisa ditindaklanjuti, agar pelaksanaannya di lapangan bisa menjadi lebih baik dan jangan sampai kemudian anak-anak yang dirugikan," ujarnya di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 22 September 2025.
Ia menegaskan, penerapan program MBG bukan hal yang sederhana, sehingga diperlukan langkah evaluasi menyeluruh agar keamanan serta efektivitasnya terjamin.
"Jadi memang tidak mudah untuk melaksanakan hal tersebut (MBG), karenanya pihak-pihak terkait harus bisa melakukan evaluasi total," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah sekolah di beberapa daerah melaporkan kasus dugaan keracunan makanan yang disajikan melalui program MBG. Peristiwa ini memicu keresahan masyarakat, terutama terkait standar keamanan pangan yang diberikan kepada siswa.
Puan berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki sistem distribusi maupun pengawasan makanan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sebagai informasi, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, di sisi lain, alokasi transfer ke daerah dipangkas dari Rp864,1 triliun pada APBN 2025 menjadi Rp650 triliun dalam RAPBN 2026.
(Fajar Ilman)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media