Ekonomi . 24/09/2025, 19:08 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Pernah kebayang nggak kalau rumah yang kamu tempati bisa lebih cepat selesai dibangun, tahan gempa, dan tetap adem meski cuaca panas? Nah, kabar menarik datang dari PT Iida Group Holdings, perusahaan properti asal Jepang. Mereka ternyata sudah memproduksi material canggih bernama IG Strong Concrete Block (CB) di pabriknya yang berlokasi di Gunung Putri, Bogor.
Material ini bukan sembarang beton, tapi sudah dirancang dengan teknologi Jepang agar tahan guncangan gempa. Bahkan, hasil uji di Negeri Sakura membuktikan IG Strong CB mampu bertahan dari gempa magnitudo 7, setara dengan gempa Fukushima tahun 2016. Gokil banget, kan?
Menurut President Director Iida Group Holdings, Sagiri Sakurai, IG Strong CB bukan sekadar material bangunan biasa. Beton ini dibuat dari campuran semen, pasir, dan abu batu (fly ash), tapi rahasianya ada di teknologi produksi yang langsung diimpor dari Jepang.
Hasilnya, beton ini jauh lebih efisien dibanding metode konvensional. Kalau biasanya pembangunan rumah butuh kolom struktur yang ribet, IG Strong CB bisa memangkas kebutuhan itu. Artinya, waktu dan biaya pembangunan jadi lebih hemat.
Bayangin kalau rumah tapak dua lantai biasanya selesai dalam 7–8 bulan, dengan IG Strong CB waktunya bisa dipangkas jadi hanya 4–5 bulan. Efisiensinya bisa mencapai 30 persen. Buat kamu yang pengin segera pindah ke rumah baru, ini jelas kabar yang bikin semangat.
Selain itu, ada fitur tambahan yang nggak kalah penting: kedap suara. IG Strong CB bisa meredam kebisingan hingga 40 desibel. Jadi, kalau kamu tinggal di daerah ramai atau dekat jalan raya, tetap bisa menikmati suasana rumah yang tenang.
Material ini juga tahan panas. Ruangan bisa lebih sejuk secara alami, bikin penggunaan AC jadi lebih hemat. Jadi bukan cuma tahan gempa, tapi juga ramah lingkungan karena bisa mengurangi konsumsi energi.
Pabrik di Gunung Putri, Bogor, sudah memproduksi 4,5 juta balok beton anti gempa per tahun. Jumlah ini setara dengan kebutuhan membangun 2.000 unit rumah. Kapasitas ini diproyeksikan bisa mendukung program pemerintah, khususnya target 3 Juta Rumah yang sedang dikejar.
Dengan kehadiran IG Strong CB, Iida Group Holdings ingin ikut mempercepat pembangunan perumahan yang aman sekaligus nyaman bagi masyarakat Indonesia.
Meski potensinya besar, Sagiri Sakurai mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi. Pasar Indonesia belum terlalu familiar dengan material konstruksi seperti ini. Artinya, butuh waktu dan strategi untuk memperkenalkan IG Strong CB agar bisa diterima secara luas.
Namun, Sagiri optimistis bahwa masyarakat Indonesia akan semakin terbuka dengan teknologi bangunan modern, apalagi setelah mengetahui keunggulan-keunggulannya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media