Bisik Disway . 10/10/2025, 13:43 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - 80 tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengabdi untuk bangsa. Berbagai gejolak telah dilewati, dan TNI tumbuh menjadi kekuatan besar. Bukan sekadar simbol ketangguhan, tetapi juga cerminan negara yang kuat dan bermartabat di mata dunia.
Delapan dekade bukan waktu yang singkat, namun TNI tahu bahwa pengabdian tidak mengenal usia. Pada 5 Oktober 2025, sejarah kembali ditulis di tengah sorak-sorai rakyat dan parade kemegahan alutsista. Tema peringatan tahun ini begitu bermakna: TNI PRIMA – TNI RAKYAT – INDONESIA MAJU. Artinya jelas, bahwa TNI bukan entitas elitis yang terpisah dari rakyat.
“Ini bukan sekadar perayaan,” ujar Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah pada Selasa, 7 Oktober 2025. “Ini adalah momentum penting untuk merefleksikan pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.”
Menurut data Global Firepower, jumlah personel TNI aktif mencapai 400.000 orang. Secara rinci, Angkatan Darat memiliki 300.400 personel, Angkatan Laut 66.034 personel, dan Angkatan Udara 30.100 personel. Di seluruh penjuru negeri, euforia HUT ke-80 TNI terasa menggema. TNI hadir sebagai bagian dari rakyat—profesional, responsif, modern, dan adaptif.
Monas menjadi saksi kemegahan perayaan tersebut. Di langit, pesawat tempur membentuk formasi megah. Di darat, pasukan elite menunjukkan kemampuan luar biasa. Rangkaian acara berjalan lancar dan disambut positif masyarakat di berbagai daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan peringatan HUT ke-80 TNI,” tambah Mayjen Freddy. “TNI kuat karena rakyat mendukung. Dan rakyat percaya karena TNI selalu ada.”
Pagu anggaran pertahanan tahun 2026 disetujui sebesar Rp187,1 triliun. Komisi I DPR RI mendukung penuh kebijakan ini dalam rapat bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dana ini akan difokuskan pada pengadaan alutsista, peningkatan kesejahteraan prajurit, serta penguatan sistem pertahanan nasional.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan dukungan terhadap TNI dalam mencapai minimum essential force (MEF). “Profesionalitas prajurit TNI menjadi modal penting dalam membangun pertahanan negara,” ujarnya.
Pemerintah menaikkan anggaran pertahanan tahun 2025 menjadi Rp245,2 triliun—naik 47,62% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan fokus kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat modernisasi alutsista dan mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Brigjen TNI Frega menyebut alokasi tersebut sebagai amanah rakyat. “Fokus utama kami adalah modernisasi alutsista TNI, peningkatan kesejahteraan prajurit, dan mendorong pertumbuhan industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media