Nasional . 12/10/2025, 22:09 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Program Arabic Camp Mustaqilli kembali diadakan di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung, Bogor, menandai tahun ketiga kolaborasi antara Mustaqilli Arabic Center dan Pondok Besar Darul Muttaqien yang telah berdiri lebih dari 35 tahun. Kerja sama berkelanjutan ini menjadi bukti keberhasilan metode pembelajaran Mustaqilli dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab para santri.
Kepala TMI dan MA Darul Muttaqien, Ustadz Hendrizal Rasyid, menyampaikan bahwa kehadiran Mustaqilli memberikan dampak besar terhadap kualitas pembelajaran di pondok tersebut.
“Darul Muttaqien sangat terbantu dengan program Arabic Camp Mustaqilli, bahkan 20 santri kami berhasil lulus ke Universitas Al-Azhar Kairo,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 12 Oktober 2025.
Pondok Darul Muttaqien sendiri merupakan salah satu pesantren besar di Indonesia yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 287 hektare. Hingga kini, pondok tersebut telah memiliki empat cabang, yakni di Bogor, Sukabumi, Cikeusik, dan Dumai.
Jenjang pendidikan di pondok ini mencakup Raudhatul Athfal, SDIT, SMPIT, TMI (Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah), serta TPQ dan Diniyah Takmiliyah. Pondok ini dikenal memiliki berbagai program unggulan yang menumbuhkan kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta kebiasaan berbahasa Arab dan Inggris aktif di lingkungan pesantren.
Salah satu program kebanggaan mereka adalah Arabic Camp, yang dijalankan bersama Yayasan Arabic Center Mustaqilli selama tiga bulan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Arabic Camp Mustaqilli berlangsung selama Oktober, November, hingga Januari 2026, dengan jumlah peserta mencapai 800 santri putra dan putri. Memasuki level ketiga, para santri akan difokuskan pada pendalaman Al-Qur’an berbasis akar kata, hafalan 5.000 mufrodat, serta latihan percakapan bahasa Arab aktif setiap hari.
Koordinator Nasional Mustaqilli, Eko Purwanto menjelaskan, program ini dirancang untuk mencetak santri yang mampu berpikir, berbicara, dan memahami Al-Qur’an langsung dalam bahasa Arab.
Program Arabic Camp Mustaqilli dikenal sebagai salah satu kegiatan unggulan yang berlangsung antara 30 hari hingga 3 bulan penuh, dengan sistem pembelajaran aktif dan intensif. Peserta diharapkan mampu mencapai beberapa capaian utama, antara lain:
1. Menghafal lebih dari 1.000 kosakata (mufrodat),
2. Mampu melakukan insya’ (penerjemahan) dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Arab maupun sebaliknya,
3. Lancar melakukan muhadatsah (percakapan bahasa Arab),
4. Dapat menerjemahkan Al-Qur’an serta memahami akar kata penyusunnya.
Yang menjadi nilai khas Mustaqilli adalah 100 persen tutor berasal dari universitas ternama luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Kairo, Maroko, Yaman, Tunisia, Saudi, dan Madinah, sehingga para santri terbiasa mendengar berbagai dialek bahasa Arab.
Metode Mustaqilli kini telah diterapkan di lebih dari 100 lembaga pendidikan di Indonesia, mulai dari pesantren, sekolah Islam terpadu, hingga lembaga nonformal. Pada tahun 2025, Mustaqilli juga telah memperoleh izin resmi dari lima kementerian, Kemenkumham, Kominfo, Kemnaker, Peruri, dan Dirjen HKI, untuk menerbitkan sertifikasi gelar non-akademik yang diakui secara nasional dan internasional di Indonesia, Inggris (UK), dan Amerika Serikat (USA).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media