Internasional . 13/10/2025, 13:27 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Paus Leo XIV akan memulai perjalanan luar negeri pertamanya, sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Dunia.
Menariknya 2 negara berpenduduk mayoritas Muslim justru jadi tujuan awalnya, diantaranya Turki dan Lebanon.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis Vatikan, diketahu lawatan ke Turki akan berlangsung pada 27–30 November dan dilanjut ke Lebanon 30 November hingga 2 Desember.
Bukan sekadar kunjungan kenegaraan, perjalanan ini sarat makna, membawa pesan damai lintas agama, serta bentuk dukungan nyata bagi umat Katolik.
Melanjutkan Jejak Paus Fransisku
Langkah ini bukan tanpa alasan, lawatan ke Timur Tengah sebenarnya sudah lama direncanakan oleh mendiang Paus Fransiskus.
Namun kunjungan harus dibatalkan, karena kondisi kesehatan Paus Fransiskus yang terus menurun sebelum wafat.
Kini Paus Leo XIV mengambil tongkat estafet, meneruskan semangat pendahulunya yang konsisten mendorong dialog antaragama, toleransi, dan diplomasi kemanusiaan.
Kunjungan Turki, Pertemuan Bersejarah dengan Pemimpin Ortodoks Dunia
Di Turki, Paus dijadwalkan bertemu dengan Patriark Bartholomew, tokoh spiritual bagi lebih dari 260 juta umat Kristen Ortodoks di dunia.
Pertemuan ini juga akan menjadi bagian dari peringatan 1.700 tahun Konsili Nicaea, sebuah momen penting dalam sejarah Gereja yang berlangsung di kota kuno Nicaea, kini dikenal sebagai Iznik.
Ini bukan cuma seremoni simbolik, Langkah ini mencerminkan keseriusan Vatikan dalam membangun relasi, serta pesan persatuan yang jarang disorot media mainstream.
Paus Leo XIV Akan Kunjungi Lebanon
Menariknya, Lebanon awalnya tidak termasuk dalam daftar kunjungan resmi.
Namun Paus Leo memutuskan untuk menambahkannya, sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis sosial-politik yang tengah membelit negara itu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media