Viral . 14/10/2025, 22:20 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Pendakwah kondang, Ustaz Yusuf Mansur (UYM), akhirnya menanggapi video viral yang menuduh dirinya membuka “jasa kirim doa berbayar” dengan tarif fantastis hingga puluhan juta rupiah. Melalui klarifikasinya, UYM menegaskan bahwa video tersebut hanyalah candaan lama dan sama sekali tidak bermaksud untuk menjual doa.
Dalam video yang ramai di media sosial, UYM terlihat mengajak penonton untuk berdonasi melalui aplikasi PayTren, dengan nominal mulai dari Rp1.000 hingga menyebut angka Rp10 juta bahkan Rp20 juta. Ia kemudian menjanjikan doa khusus bagi yang berdonasi, bahkan disebut akan di-Fatihah-kan oleh 500 orang. Potongan video inilah yang memicu kontroversi dan tudingan negatif di dunia maya.
Namun, Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan bahwa video tersebut direkam antara tahun 2014 hingga 2016, saat dirinya sedang melakukan uji coba fitur transfer antar pengguna di aplikasi PayTren. “Itu video lama dan saya kan memang suka bercanda. Waktu itu konteksnya lagi ngetes fitur transfer Rp1 antar pengguna. Nah, saya iseng bilang, ‘yang transfer lebih dari Rp1, nanti saya doain’. Itu murni bercanda,” jelasnya, Selasa, 14 oktober 2025.
Lebih lanjut, UYM menjelaskan bahwa ia sering menggunakan gaya dakwah ringan dan penuh humor agar lebih dekat dengan jamaah. Menurutnya, gaya bercanda tersebut kerap disalahartikan oleh netizen yang tidak melihat konteks utuh. “Kadang saya bilang, ‘Bawain martabak dulu deh kalau mau didoain’. Ya masa iya saya serius minta martabak? Itu kan cuma guyon,” ujarnya sambil tertawa.
UYM mengaku memahami bahwa dalam era media sosial, potongan video bisa dengan mudah disalahpahami jika tidak disertai konteks lengkap. Ia berharap masyarakat bisa lebih bijak sebelum menilai atau menyebarkan informasi.
Meski sempat jadi bahan cibiran, Yusuf Mansur mengaku tidak terlalu memikirkan hujatan netizen. Ia justru melihat ada sisi positif dari kehebohan tersebut. “Kalau orang jadi ingat, ‘ngapain doa bayar-bayar, doa aja langsung ke Allah’, ya bagus dong. Berarti ada hikmahnya,” ujarnya santai.
Pendiri PayTren itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memungut bayaran untuk mendoakan seseorang. Baginya, doa adalah bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian sesama. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan konten tanpa konteks.
Klarifikasi dari Yusuf Mansur ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi publik tentang bahayanya misinformasi di era digital. Potongan video yang diambil tanpa konteks dapat menciptakan persepsi keliru dan merusak reputasi seseorang. Karena itu, sebelum menyebarkan konten viral, penting bagi netizen untuk memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Kasus ini juga menyoroti tantangan dakwah di era media sosial. Pendakwah dituntut lebih berhati-hati dalam bercanda atau membuat konten agar tidak disalahartikan. Di sisi lain, masyarakat pun diimbau untuk lebih cerdas dan kritis dalam menilai informasi yang beredar.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, Ustaz Yusuf Mansur menegaskan akan tetap fokus pada dakwah dan kegiatan sosialnya. Ia juga berharap masyarakat bisa mengambil sisi positif dari setiap kejadian. “Yang penting kita terus berbuat baik, terus doain yang lain, dan jaga hati supaya gak gampang suudzon,” tutupnya dengan tenang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media