Ekonomi . 17/10/2025, 06:30 WIB

Menkeu Purbaya Bilang Pertumbuhan Ekonomi Era SBY Lebih Tinggi Dibanding Era Jokowi

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perbandingan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di era SBY menembus angka 6 persen, meski pembangunan saat itu tidak seagresif masa pemerintahan Jokowi.

Sedangkan di bawah kepemimpinan Jokowi, rata-rata pertumbuhan ekonomi tercatat sekitar 5 persen.

Purbaya menilai perbedaan capaian tersebut dipengaruhi oleh faktor utama pendorong ekonomi. Yakni, Jokowi lebih memusatkan perhatian pada belanja pemerintah, sementara SBY lebih menggerakkan sektor swasta.

Untuk itu, sebagai Menteri Keuangan, Purbaya berniat berniat menggerakkan kedua sektor secara bersamaan dan membidik pertumbuhan ekonomi pada level 6 persen.

Purbaya sebelumnya melihat tren tekanan perekonomian pada kisaran April hingga Agustus 2025, yang utamanya terlihat pada sektor riil.

Dia pun berpendapat demonstrasi besar pada akhir Agustus lalu disebabkan oleh tekanan ekonomi, bukan instabilitas politik.

“Rakyat langsung merasakan tekanan di perekonomian. Kalau sudah kesal, mereka turun ke jalan. Jadi itu bukan protes karena politiknya kacau, tetapi karena ekonomi mereka susah. Kalau nggak cepat diperbaiki, nggak akan berhenti demonya dan kita akan susah terus ke depan,” ujar Purbaya dalam acara “1 tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth” yang digelar di Jakarta pada Kamis 16 Oktober 2025.

Observasinya itu yang melandasi keputusan Purbaya menempatkan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun pada bank Himpunan Milik Negara (Himbara). Melalui injeksi dana ini, dia menargetkan adanya pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh suntikan kredit pada sektor riil.

Purbaya menyebut dampak kebijakan itu sudah terlihat, salah satunya tercermin pada uang beredar, bisa juga disebut M0 atau base money, yang sudah tumbuh ke level 13,2 persen.

“Artinya apa? Gelontoran uang saya (pemerintah) sudah menambah likuiditas di sistem finansial kita secara signifikan. Saya akan monitor itu dari bulan ke bulan seperti apa. Kalau kurang, saya tambah lagi,” tuturnya. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com