Nasional . 18/10/2025, 22:17 WIB

Bangun Generasi Bijak Plastik, Mondelez Ajak Anak Peduli Lingkungan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Isu sampah plastik masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, total timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, di mana sekitar 67,42% atau 23 juta ton di antaranya belum tertangani secara optimal. Dari seluruh komposisi sampah, sampah plastik menempati posisi keempat tertinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menumbuhkan kesadaran peduli lingkungan sejak usia dini. Pendidikan karakter yang menanamkan kebiasaan bijak plastik—mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan membangun karakter peduli lingkungan, Mondelez Indonesia menggelar workshop bertajuk “Generasi #BijakPlastikSejakDini, Anak Hebat Peduli Lingkungan”. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program edukasi yang telah berjalan sejak 2021, dengan fokus mengajak anak-anak mengelola sampah plastik melalui kegiatan kreatif seperti bank sampah di sekolah.

Dr. Khamim, mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menyatukan, program tersebut sejalan dengan agenda Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pada aspek kebiasaan bermasyarakat.

“Kebiasaan bermasyarakat mengajarkan bahwa setiap individu tidak hanya bertanggung jawab atas kesejahteraan diri sendiri, tetapi juga harus peduli pada kesejahteraan bersama dan kelestarian lingkungan. Kolaborasi serta peran aktif dari berbagai pihak tentunya sangatlah dibutuhkan demi mendorong terciptanya dunia yang lebih baik bagi generasi mendatang,” kata Khamim dalam keterangannya, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Dukungan juga datang dari Plt Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup (PPGLH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Mariam. Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi persoalan plastik.

“Program ini tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk peduli sejak dini, tetapi juga mengajak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kebiasaan bijak plastik yang tentunya dapat membantu permasalahan lingkungan, terutama permasalahan sampah plastik di Indonesia,” ujar Siti Mariam.

Sementara itu, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLHK Agus Rusly menyebutkan, edukasi lingkungan merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang.

“Dengan menanamkan karakter #BijakPlastikSejakDini, kita tidak sekadar mengajarkan anak untuk memilah dan mengurangi sampah, tetapi kita sedang menumbuhkan kesadaran bahwa mereka adalah bagian dari solusi besar sirkular ekonomi nasional,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, pengelolaan sampah dimulai dari kesadaran individu. “Sampah adalah tanggung jawab kita pribadi. Pilah dan olah sampah mulai dari rumah kita masing-masing dan jadilah agen perubahan untuk pencapaian 100% sampah terkelola pada tahun 2029,” katanya.

Country Lead of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia, Marfusita Hamburgiwati menjelaskan, inisiatif #BijakPlastikSejakDini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengelolaan sampah plastik dan keberlanjutan lingkungan.

“Mondelez senantiasa mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian sampah plastik dan berharap bisa mendorong terciptanya generasi penerus yang memiliki karakter cinta lingkungan. Mondelez percaya anak-anak sebagai generasi penerus merupakan aset berharga yang menjadi cerminan masa depan suatu bangsa. Dengan menumbuhkan kebiasaan bijak plastik sejak dini (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang), karakter cinta lingkungan akan tumbuh secara alami seiring waktu, tanpa harus melawan kebiasaan lama yang sudah terbentuk,” jelas Marfusita.

Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 09 Pagi Jakarta Selatan, Yunita Monike Rahmi Siregar yang juga merupakan pemenang kompetisi Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini, mengungkapkan, keberhasilan mereka tidak lepas dari kolaborasi seluruh warga sekolah.

“Berbekal dukungan dari warga sekolah, mulai dari guru dan juga orang tua murid, perlahan tapi pasti pemahaman siswa mulai terbentuk dan pembiasaan positif untuk memilah sampah bisa berjalan secara berkelanjutan, sehingga jumlah sampah yang terkumpul dan jumlah nasabah pada bank sampah sekolah kami paling banyak. Kami berharap perubahan sederhana ini juga bisa terbawa hingga mereka dewasa,” jelas Yunita.

Tahun ini, penyelenggaraan workshop menjadi semakin menarik dengan hadirnya pendongeng ternama Nia Ramlan, yang menyampaikan pesan cinta lingkungan melalui kisah interaktif untuk anak-anak. Kegiatan juga diramaikan dengan lomba bank sampah antar 8 sekolah mitra aktif dengan total hadiah Rp30 juta, serta penambahan 4 sekolah baru dalam jaringan #BijakPlastikSejakDini, menjadikan total 12 sekolah mitra.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com