Viral . 24/10/2025, 16:41 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, kembali menjadi perbincangan publik setelah memberikan respons menenangkan terkait laporan meme dirinya yang ramai di media sosial. Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa ia tidak tahu menahu soal laporan tersebut dan meminta agar masalah itu segera dihentikan.
Bahlil menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya laporan hukum terhadap pembuat meme yang menyinggung dirinya. “Saya jujur ya, saya nggak tahu. Saya jujur, saya nggak tahu,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 24 Oktober 2025.
Setelah mengetahui kabar tersebut, Bahlil mengaku langsung memanggil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, untuk memberikan arahan kepada kader partai yang membuat laporan. “Sekjen kemarin sudah saya panggil pagi tadi. Saya bilang, coba panggil adik-adik kita. Mereka juga manusia, mungkin ada spontanitas. Tapi nanti saya akan minta, sudah stop,” ungkapnya.
Bahlil menekankan pentingnya menahan emosi dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menghadapi kritik, termasuk yang datang melalui dunia maya. Ia menegaskan bahwa laporan soal meme dirinya sebaiknya dihentikan dan diselesaikan secara damai. “Saya nanti kasih tahu sama Sekjen, biar dihentikan. Ini soal kemanusiaan, bukan permusuhan,” kata Bahlil.
Menurutnya, dalam situasi politik dan sosial yang sensitif seperti sekarang, publik perlu belajar untuk saling memaafkan dan tidak memperkeruh suasana. Ia mencontohkan sikap pemaaf yang diajarkan agama. “Allah saja mau memaafkan umatnya ketika dia sudah minta maaf. Apalagi kita sebagai manusia. Gak boleh kita melebihi kodrat ilahi,” tuturnya.
Bahlil mengungkapkan bahwa beberapa orang yang membuat dan menyebarkan meme tentang dirinya telah datang dan meminta maaf. Ia pun memilih untuk memaafkan mereka tanpa syarat. “Kalau yang sudah minta maaf, ya sudah maafkan. Saya akan panggil adik-adik sayap organisasi itu untuk menenangkan suasana. Tidak perlu diperpanjang,” jelasnya.
Ia menilai, perbedaan pendapat dan kritik adalah hal wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, semua pihak harus tetap menjaga etika dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menyerang. “Kita ini rakyat satu bangsa. Kalau ada salah, ya ditegur baik-baik, bukan dipermalukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak mudah terpancing dengan isu atau provokasi di media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga etika digital dan menghindari ujaran kebencian. “Jangan kita memperpanjang lagi masalahnya. Tapi jangan diulangi juga. Kita harus memberikan didikan yang baik untuk rakyat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Pernyataan Bahlil ini langsung mendapat perhatian publik karena dinilai menenangkan di tengah panasnya iklim politik dan media sosial. Banyak yang menilai, sikap Bahlil mencerminkan pemimpin yang rendah hati dan mampu menahan diri di tengah situasi yang memancing emosi.
Menutup pernyataannya, Bahlil mengajak semua pihak untuk mengedepankan semangat persaudaraan dan memulihkan hubungan sosial yang mungkin sempat renggang akibat perbedaan pendapat. Ia berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menanggapi isu politik dan tidak mudah termakan narasi negatif. “Kita ini keluarga besar Indonesia. Kalau ada yang salah, ya saling memaafkan, bukan membenci,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media