Hukum dan Kriminal . 24/10/2025, 19:26 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Selain memeriksa saksi, Kejagung juga mengumpulkan berbagai dokumen dan laporan keuangan dari Sub Holding Pertamina serta pihak ketiga yang terlibat dalam distribusi minyak mentah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh rantai bisnis migas nasional berada dalam sistem tata kelola yang bersih.
“Kami tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Jika dari hasil pemeriksaan nanti ditemukan bukti kuat, penyidik akan segera menetapkannya,” tambah Febrie.
Sejauh ini, Kejagung belum mengumumkan jumlah kerugian negara dalam perkara tersebut. Namun, sumber internal menyebut nilainya berpotensi mencapai ratusan miliar rupiah, terutama dari hasil pengelolaan minyak mentah yang tidak sesuai prosedur.
Kejagung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar. Pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi menjadi bagian dari langkah sistematis dalam memperkuat bukti hukum dan menelusuri potensi keterlibatan pihak lain, termasuk di jajaran eksekutif perusahaan pelat merah tersebut.
“Kami ingin memastikan tata kelola sektor energi berjalan bersih dan akuntabel, karena ini menyangkut kepentingan publik yang besar,” tegas Febrie.
Kasus korupsi minyak mentah Pertamina menjadi salah satu sorotan publik tahun ini. Selain menyangkut nama besar perusahaan energi nasional, perkara ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas di sektor strategis negara. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media