Ekonomi . 24/10/2025, 21:57 WIB

Pemerintah Percepat Implementasi Biodiesel B50 untuk Kurangi Impor BBM dan Perkuat Kemandirian Energi

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah memastikan percepatan program Biodiesel B50 sebagai langkah strategis dalam upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM) dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.

“Sesuai hasil rapat terbatas dan arahan Presiden, kita percepat dari B40 ke B50. Saat ini sedang dalam tahap uji coba, dan insya Allah semester kedua sudah bisa diimplementasikan. Kalau ini berjalan, impor solar tidak lagi diperlukan karena produksi dalam negeri sudah mencukupi,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 24 Oktober 2025.

Bahlil menjelaskan, program B50 tidak hanya berfokus pada efisiensi energi, tetapi juga menjadi strategi besar untuk memperkuat industri biofuel nasional sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan akibat tingginya impor BBM.

Dengan penerapan B50, pemerintah menargetkan penghematan devisa miliaran dolar setiap tahun serta peningkatan nilai tambah dari sektor hilirisasi minyak nabati.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor. Ini soal martabat bangsa. Kalau bisa diproduksi di dalam negeri, maka industri dan petani kita yang harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Implementasi B50 diproyeksikan memberikan dampak ganda, memperkuat ekonomi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi hijau. Program ini membuka peluang lebih besar bagi petani sawit dan pelaku industri energi terbarukan di berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam rantai pasok nasional.

Selain itu, langkah ini juga mendukung komitmen Indonesia menuju net-zero emission pada 2060, serta menegaskan arah kebijakan pemerintah yang menyeimbangkan transisi energi dengan pembangunan ekonomi rakyat.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan produksi biodiesel nasional pada tahun 2026, seiring dengan penguatan kapasitas kilang dalam negeri dan masuknya investasi baru di sektor energi bersih.

“B50 adalah langkah konkret untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, serta memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” tutup Ketum Partai Golkar ini.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com