Nasional . 25/10/2025, 18:00 WIB

Dedi Mulyadi Semprot Menkeu Purbaya! Katanya Gak Boleh Deposito, Sekarang Giro Rugi Dibilang Rugi, Terus Gimana?

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Meski demikian, Dedi menilai penting adanya kejelasan dari Kementerian Keuangan agar pemerintah daerah tidak salah langkah dalam mengelola dana publik.

Kemenkeu Diminta Tegas dan Konsisten

Sejumlah pengamat keuangan daerah menilai, polemik ini mencerminkan kurangnya komunikasi yang konsisten antara pusat dan daerah terkait pengelolaan kas.

Jika Menkeu menyebut deposito tidak boleh karena berorientasi pada bunga, maka menyebut giro merugikan juga kontradiktif, sebab tidak ada instrumen lain yang diizinkan untuk menempatkan dana sementara.

Pakar ekonomi dari Universitas Padjadjaran, misalnya, menyebut bahwa rekening giro merupakan sarana paling aman dan likuid bagi pemerintah daerah, meski bunga yang diperoleh kecil.

“Kalau dibilang rugi, itu bukan rugi dalam arti keuangan, tapi memang imbal hasilnya rendah. Namun, justru itu yang sesuai aturan karena dana publik tidak boleh digunakan mencari keuntungan pribadi atau bunga tinggi,” ujar seorang analis kebijakan fiskal.

Publik Soroti “Perang Pernyataan” antara Dedi dan Purbaya

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat dan media sosial ikut ramai menyoroti “perang pernyataan” antara Dedi Mulyadi dan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebagian publik menilai keduanya perlu duduk bersama untuk membahas persoalan ini secara teknis, bukan sekadar saling lempar komentar di media.

Warganet pun tak ketinggalan memberi komentar kocak:

“Jadi intinya, mau simpan di mana dong uangnya, Pak?” tulis salah satu pengguna X (Twitter).

“Deposito salah, giro rugi, jangan-jangan disimpan di celengan ayam aja nih,” candanya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com