Nasional . 25/10/2025, 17:17 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh moda transportasi siap beroperasi dengan aman selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pelaksanaan pemeriksaan keselamatan atau ramp check di seluruh moda transportasi.
"Kementerian Perhubungan akan memastikan bahwa aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas utama, karenanya saya telah menginstruksikan dilakukannya ramp check diseluruh moda transportasi, termasuk dengan SDM-nya," ujar Menhub Dudy dalam keterangannya, Sabtu, 25 Oktober 2025.
"Melalui kegiatan ramp check atau inspeksi keselamatan, Kemenhub memastikan seluruh armada dalam kondisi laik operasi,” tambahnya.
Menurut Dudy, pemeriksaan ramp check untuk moda transportasi darat akan dilaksanakan secara nasional mulai 7 November 2025 hingga 2 Januari 2026. Pemeriksaan tersebut mencakup terminal, pool bus, hingga jalur wisata utama dengan target mencapai 15.000 kendaraan.
Sementara itu, di sektor perkeretaapian, ramp check difokuskan pada sarana dan prasarana, termasuk peninjauan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta inspeksi keselamatan di jalur operasi.
Untuk moda udara, ramp check akan dilakukan terhadap 560 unit pesawat penumpang niaga berjadwal, yang terdiri atas 366 unit siap terbang dan 194 unit lainnya sedang menjalani perawatan.
Sedangkan pada angkutan laut, setiap kapal penumpang wajib menjalani pemeriksaan kelayakan berlayar di seluruh pelabuhan agar keselamatan pelayaran dapat dipastikan.
BMKG juga turut dilibatkan untuk memberikan pembaruan informasi cuaca serta memastikan penerapan prosedur operasional standar (SOP) bila terjadi kondisi ekstrem.
“Kami akan memastikan seluruh armada siap beroperasi dengan aman dan selamat agar masyarakat merasa tenang saat bepergian,” tegas Menhub.
Sebagai langkah pengawasan tambahan, Kemenhub juga membentuk Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 yang akan beroperasi selama 19 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko ini melibatkan lebih dari 12.000 personel lintas kementerian, lembaga, dan mitra kerja, termasuk Kepolisian, BMKG, Kominfo, Jasa Marga, serta operator transportasi di seluruh wilayah Indonesia.
Posko pusat akan berlokasi di Kantor Kemenhub Jakarta dan terhubung secara real-time dengan posko daerah melalui sistem pemantauan digital terpadu.
Selain fokus pada keamanan dan pengawasan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan ekonomi untuk menjaga keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat. Di antaranya berupa potongan harga tiket pesawat serta insentif tarif bagi moda transportasi darat, laut, dan penyeberangan.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan keringanan bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan aktivitas ekonomi nasional selama masa liburan.
Dudy menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 bergantung pada kolaborasi lintas sektor, kedisiplinan pengguna transportasi, serta kesiapan para operator di lapangan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memfinalisasi rencana operasional dan pengaturan lalu lintas.
Hasil pembahasan tersebut nantinya akan dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai pedoman resmi pelaksanaan kegiatan angkutan Nataru.
(Ayu Novita)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media