Nasional . 25/10/2025, 19:07 WIB

Sekolah Rakyat, Harapan Baru Pemulung Bantar Gebang Agar Anak Tak Warisi Kemiskinan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Di tengah hamparan gunungan sampah Bantar Gebang, Rahmat menyimpan satu harapan besar untuk masa depan putrinya, Alfi Rahma. Lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung plastik itu tak ingin anaknya mengalami nasib serupa. Harapan tersebut kini tumbuh lewat Sekolah Rakyat, tempat Alfi menempuh pendidikan dan tinggal di asrama secara gratis, bagian dari program pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan.

“Alfi pengen jadi Polwan. Semoga cita-citanya terkabul. Minimal anak saya bisa mencicipi pendidikan yang setara,” kata Rahmat di kawasan Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi, dikutip, Sabtu, 25 Oktober 2025.

Rahmat menggantungkan hidup dari mengais plastik di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, namun impiannya untuk masa depan Alfi jauh melampaui keterbatasan ekonomi.

Harapan Rahmat sejalan dengan misi Sekolah Rakyat, yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat, Alhamdulillah saya merasa dipedulikan oleh pemerintah. Program ini sangat membantu,” katanya.

Ia berharap inisiatif ini terus berlanjut agar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap bisa bersekolah secara gratis, termasuk fasilitas asrama dan makan yang ditanggung penuh oleh negara.

“Jangan sampai anak-anak itu kayak orang tuanya. Nasibnya kayak model begini. Untuk Alfi, doa terbaik mudah-mudahan sehat selalu, bertahan di sana (Sekolah Rakyat) terus bisa menyerap pelajaran,” ucap Rahmat.

Sudah lebih dari tiga bulan Alfi, siswi kelas X, menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi. Selama itu pula, Rahmat melihat banyak perubahan positif pada anaknya, Alfi kini lebih disiplin, sopan, dan bertanggung jawab.

Rahmat juga mengapresiasi komunikasi terbuka yang dijalin pihak sekolah dengan para orang tua.

“Perkembangan sekecil apapun disampaikan kepada orang tua. Diberitahukan oleh wali asrama maupun guru. Malah laporan mata pelajaran disampaikan secara detail,” tuturnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya pilihan masa depan kepada Alfi, apakah ingin melanjutkan kuliah atau langsung bekerja setelah lulus nanti.

“Kayaknya setelah lulus dia pengen langsung kerja, pengen bantu orang tua kali. Tapi saya enggak memaksa. Terserah dia. Kalau mau lanjut kuliah, pihak sekolah juga memfasilitasi. Kalau mau kerja, monggo. Saya ikut saja,” jelas Rahmat.

Bagi Rahmat, yang terpenting adalah masa depan anaknya bisa lebih cerah. Ia akan selalu mendukung apa pun cita-cita Alfi, termasuk impiannya menjadi seorang polisi wanita.

“Kalau dia cita-citanya pengen jadi Polwan, Bapak dukung. Dukung banget,” pungkasnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com