Nasional . 27/10/2025, 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Kembali Kunjungi Aqua, Protes Iklannya Tidak Sesuai: Harusnya dari Air Tanah, Bukan Pegunungan

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan kunjungan ke pabrik air mineral bermerek Aqua yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya kali ini, Dedi menyoroti sumber air yang digunakan perusahaan tersebut. Ia menemukan bahwa air yang diambil berasal dari sumur bor dengan kedalaman puluhan meter, bukan dari mata air pegunungan seperti yang digambarkan dalam iklan produk.

Menurut Dedi, praktik tersebut tidak sejalan dengan klaim yang selama ini ditampilkan dalam promosi Aqua. Ia menilai masyarakat selama ini percaya bahwa air yang dikonsumsi berasal langsung dari mata air pertama di pegunungan.

"Pemahaman orang itu adalah air Aqua itu air yang begini, karena bapak pasang iklannya gitu. Ambil dari puncaknya, Aqua ambil dari mata air pertamanya lewat pipa. Kemudian, dibuat jadi air galon yang diminum setiap hari," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikutip dari konten YouTube-nya, Senin 27 Oktober 2025.

Dedi menilai banyak masyarakat yang kini memprotes karena mengira air Aqua diambil dari mata air pertama di pegunungan dan dialirkan melalui pipa sebelum dikemas ke dalam botol atau galon.

Saat seorang karyawan Aqua berusaha menjelaskan bahwa pengeboran dilakukan untuk memperoleh air terbaik yang meresap dari pegunungan ke tanah, Dedi langsung menegaskan pentingnya transparansi dalam beriklan.

"Jangan disebutkan mata airnya dari gunung, mata airnya dari tanah. Harusnya iklannya gitu, kalau sekarang pelanggannya mempertanyakan ya wajar dong," tegas Dedi Mulyadi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga meninjau area sekitar pabrik dan menemukan pipa besar yang masih mengalirkan air langsung dari mata air pegunungan di sekitar fasilitas tersebut. Ia kemudian menanyakan asal-usul penggunaan pipa itu.

Seorang karyawan menjelaskan bahwa pipa besar tersebut dulunya memang digunakan Aqua untuk menyalurkan air dari mata air utama pegunungan.

"Ini pipa Aqua dulunya dari sumber mata air langsung," ungkap salah satu karyawan Aqua.

Mendengar penjelasan itu, Dedi pun menyimpulkan bahwa iklan Aqua pada masa lalu masih sesuai dengan fakta karena saat itu air benar-benar berasal dari sumber pegunungan.

"Berarti dulu waktu Aqua dibangun di sini sesuai dengan iklan, yaitu airnya dari mata air pegunungan. Ya itu ngambilnya dari sini, ini kan tidak ngebor," simpul Dedi Mulyadi.

Namun kini, Dedi berpendapat kondisi alam telah berubah. Ia menduga sumber mata air pegunungan sudah tercemar sehingga perusahaan beralih menggunakan sistem pengeboran untuk memperoleh air baku.

"Jadi, iklan Aqua itu tidak salah karena itu iklan sebelum longsor. Setelah longsor, mata air pegunungannya rusak. Jadilah mata air pengeboran," jelas Gubernur Jawa Barat tersebut.

Kunjungan Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua itu dilakukan setelah sumber air perusahaan tersebut ramai dibicarakan publik akibat kunjungan Dedi Mulyadi yang pertama beberapa waktu lalu. *





           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com