Nasional . 29/10/2025, 16:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan bahwa menu masakan Nusantara akan menjadi menu resmi jemaah haji pada musim haji mendatang.
Kesepakatan itu dicapai dalam rapat antara Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, meskipun Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 diputuskan turun sebesar Rp 1 juta dibanding tahun sebelumnya.
“Konsumsi kita sudah sebutkan rasa Nusantara,” ujar Marwan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Oktober 2025.
Menurut Marwan, masakan Nusantara tidak hanya sekadar label, tetapi menjadi bagian dari standar kualitas layanan haji yang sudah “dikunci” bersama pemerintah.
Artinya, mulai tahun 2026, semua jemaah haji asal Indonesia akan mendapatkan hidangan khas Nusantara, yang diolah dengan cita rasa dan bahan-bahan asli dari tanah air.
“Salah satu syarat menu masakan Nusantara harus dibuat dengan bahan-bahan dari Indonesia. Koki dan karyawan yang memasak pun berasal dari Indonesia. Sudah kita kunci seperti itu,” tegasnya.
Langkah ini dianggap penting agar jemaah haji tidak mengalami kendala selera makan selama di Tanah Suci, mengingat perbedaan cita rasa antara makanan Arab dan Indonesia sering menjadi keluhan di musim-musim haji sebelumnya.
Selain menjaga kenyamanan, penggunaan bahan makanan dan tenaga kerja dari Indonesia juga membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM bahan pangan nasional serta tenaga kuliner Indonesia yang bisa bekerja di Arab Saudi selama musim haji berlangsung.
Tak hanya soal konsumsi, DPR dan pemerintah juga telah menyepakati peningkatan kualitas layanan hotel bagi para jemaah.
Lokasi hotel diharuskan tidak terlalu jauh dari titik-titik kegiatan ibadah, terutama di kawasan Mekkah dan Madinah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media