Megapolitan . 30/10/2025, 19:13 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah titik ibu kota. Beragam langkah antisipasi dan mitigasi dilakukan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan warga selama musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan bahwa berbagai upaya pengendalian banjir dilakukan secara terpadu, mulai dari penyiagaan pompa air, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
“Kami tidak menunggu banjir datang. Sejak awal Oktober, seluruh perangkat daerah sudah bergerak menyiapkan sarana dan prasarana pengendalian banjir. Penyiagaan pompa, pengerukan, dan pemeliharaan saluran air terus dilakukan agar sistem drainase bekerja optimal,” ujar Isnawa dalam keterangannya, Kamis, 30 Oktober 2025.
Data dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta per 17 Oktober 2025 menunjukkan, terdapat 560 unit pompa stasioner yang tersebar di 191 lokasi serta 627 unit pompa mobile yang disiagakan di lima wilayah kota administrasi.
Selain itu, sebanyak 3.908 personel “pasukan biru” Dinas SDA juga diterjunkan untuk mendukung penanganan potensi banjir di lapangan.
Upaya fisik lainnya meliputi pengerukan waduk, situ, embung, sungai, serta saluran penghubung (PHB) guna meningkatkan daya tampung air dan memperlancar alirannya. Hingga pertengahan Oktober, total volume pengerukan telah mencapai 704.523 meter kubik di 1.788 titik di seluruh wilayah Jakarta.
Untuk mempercepat proses tersebut, Dinas SDA mengerahkan 258 unit excavator dan 449 unit dump truck dalam kegiatan pengerukan dan pengangkutan sedimen.
Selain pendekatan teknis, Pemprov DKI juga menerapkan Nature-Based Solutions (NBS) atau pendekatan berbasis alam dalam pembangunan waduk dan embung, untuk memperkuat fungsi ekologis sekaligus mendukung pengendalian air secara berkelanjutan.
Di sisi lain, BPBD DKI memperkuat sistem early warning system (EWS) agar masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan tinggi muka air secara real time melalui situs bpbd.jakarta.go.id
, media sosial @BPBDJakarta, serta aplikasi JAKI.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD juga mengimbau warga agar menyiapkan “tas siaga bencana” berisi perlengkapan darurat, memahami jalur evakuasi di lingkungan masing-masing, serta segera menghubungi Jakarta Siaga 112 bila terjadi keadaan darurat.
“Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menyiapkan infrastruktur dan sistem, sementara masyarakat perlu berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, serta tanggap terhadap peringatan dini. Dengan sinergi ini, kita wujudkan Jakarta yang tangguh menghadapi musim hujan,” tutup Isnawa.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media