Ekonomi . 31/10/2025, 21:02 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo tengah bernegosiasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk pemberian insentif berupa diskon tarif tol. Pemerintah berharap langkah ini dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meringankan beban masyarakat selama periode libur panjang.
Dody menjelaskan, pembahasan terkait potongan tarif tol masih berlangsung intensif karena periode Nataru dan Idulfitri 2026 berjarak cukup dekat. Kondisi ini membuat BUJT perlu mempertimbangkan aspek finansial dan operasional secara matang, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya mereka juga memberikan potongan serupa.
“Kita masih diskusi terus, karena kan kita tidak hanya bicara Nataru, tetapi juga harus bicara Idulfitri, karena mereka berdekatan. Tapi kita masih usulkan pemberian diskon tarif tol, mudah-mudahan bisa,” ujar Dody di kantor Kementerian PU, Jumat, 31 Oktober 2025.
Menurut Dody, kebijakan diskon tarif tol tidak hanya berdampak pada pendapatan BUJT, tetapi juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas. Pada masa libur panjang, arus kendaraan sering kali meningkat tajam hingga menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan tol utama. Ia menilai, pemberian diskon bisa menjadi salah satu solusi agar distribusi kendaraan lebih merata.
“Kalau nanti menumpuk semua, macet total, kan juga merugikan masyarakat. Dikasih diskon supaya arus lebih lancar dan tidak terjadi kemacetan,” lanjutnya. Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan bisnis dan kepentingan publik.
Dody mengakui bahwa insentif tarif tol berdampak langsung pada margin keuntungan BUJT. Namun, ia berharap para pelaku usaha jalan tol tetap menunjukkan komitmen terhadap kepentingan nasional.
“Kalau di kami, jalan tol memang menggerus keuntungan mereka. Jadi memang perlu diskusi, tetapi insyaallah demi Merah Putih mereka bisa (memberikan diskon tarif),” tegasnya.
Tidak hanya diskon tarif tol, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk insentif lain untuk mendorong aktivitas ekonomi di akhir tahun. Dody menyebut, skema tersebut bisa mencakup potongan tiket penerbangan dan insentif transportasi lainnya yang sedang difinalisasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Insyaallah kita akan umumkan nanti bersama Pak Menko Ekonomi, apa saja insentif yang akan diberikan selama Nataru,” tutupnya optimistis.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Nusantara Tollroad, Ahmad Fikri, menilai inisiatif Kementerian PU untuk mendorong diskon tarif tol merupakan langkah strategis yang dapat memperkuat mobilitas nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media