Internasional . 31/10/2025, 23:17 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Kolaborasi pemerintah-swasta kita perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat.”
Prabowo juga menjelaskan bagaimana Indonesia telah menjalankan program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi.
Program tersebut dirancang untuk memperluas akses digital, akses permodalan, dan keterlibatan dalam rantai nilai global, agar pelaku usaha kecil mampu bersaing di pasar internasional.
“Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Bangun Asia Pasifik yang Kuat dan Inklusif
Melalui forum APEC 2025, Prabowo menyerukan agar negara-negara di kawasan Asia Pasifik memperkuat solidaritas dan koordinasi lintas batas.
Ia menilai, tanpa kerja sama yang kuat, berbagai bentuk kejahatan ekonomi lintas negara akan terus menggerogoti fondasi perekonomian kawasan.
Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif hanya bisa terwujud jika semua pihak—baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil bergerak bersama.
Kawasan Asia Pasifik, kata Prabowo, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dunia asalkan mampu menjaga stabilitas, keamanan, dan transparansi dalam tata kelola ekonomi.
“Masa depan Asia Pasifik bergantung pada kemampuan kita bekerja sama. Kita harus mengedepankan kejujuran, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat sebagai landasan kemitraan ekonomi regional,” ujar Prabowo menutup pidatonya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media