Politik . 01/11/2025, 20:39 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi menyoroti pentingnya politik persatuan sekaligus menyinggung fenomena upaya adu domba antara Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden ke-8 Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya di Kongres III Projo yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 November 2025. Budi Arie menilai, politik nasional belakangan ini terlalu banyak diwarnai provokasi dan pertentangan yang justru menghambat kemajuan bangsa.
“Kita harus bicara soal politik persatuan. Tapi yang terjadi justru semua diisi adu domba. Mau diadu domba Pak Prabowo dan Pak Jokowi, si A dan si B—begitu terus,” ujar Budi Arie.
Ia menyebut bangsa Indonesia seharusnya fokus melihat kemajuan dan peluang global, bukan terus terjebak pada konflik lama.
“Negara ini seolah berkubang dengan diri sendiri. Padahal negara lain sudah melesat jauh. Kita malah masih memperdebatkan hal yang sama dari dulu,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menyinggung proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) sebagai simbol lompatan peradaban. Ia mengingatkan agar proyek besar seperti itu tidak selalu dijadikan bahan polemik politik.
“Whoosh itu lompatan peradaban bangsa. Kalau ada masalah teknis di lapangan, silakan aparat hukum periksa. Tapi jangan setiap program pemerintah selalu dipersoalkan,” tegasnya.
Budi Arie kemudian menegaskan dukungan penuh Projo terhadap program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberlanjutan agenda pembangunan menjadi kunci untuk membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar.
“Kalau program Pak Prabowo berjalan dengan baik, saya yakin ini akan membawa manfaat besar bagi bangsa Indonesia,” ucap mantan Menteri Koperasi dan UKM itu.
Ia menambahkan, Projo akan terus memperkuat dukungan politik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran guna memastikan arah kepemimpinan nasional berjalan solid.
“Karena itu, kita akan memperkuat seluruh agenda politik Presiden dengan memperkuat partai politik yang dipimpin Presiden,” pungkasnya.
(Candra Pratama)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media