Hukum dan Kriminal . 03/11/2025, 19:48 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap dan kali ini menjerat Gubernur Riau, Abdul Wahid, dalam OTT yang menjadi penangkapan keenam lembaga antirasuah sepanjang 2025.
fin.co.id — Dunia politik tanah air kembali diguncang kabar mengejutkan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di wilayah Riau pada Senin, 3 November 2025. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa lembaga antirasuah masih aktif melakukan pengawasan ketat terhadap penyelenggara negara.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut adalah Gubernur Riau, Abdul Wahid. “Salah satunya (yang ditangkap Gubernur Riau Abdul Wahid),” ujar Fitroh saat dikonfirmasi awak media.
Meski begitu, Fitroh belum memberikan keterangan detail terkait kasus yang membuat Abdul Wahid terjaring dalam operasi senyap itu. Ia hanya menegaskan bahwa penyidik KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap.
“Kami masih mendalami kasusnya. Sesuai prosedur, status para pihak akan diumumkan paling lambat dalam 24 jam,” jelas Fitroh.
Abdul Wahid dikenal sebagai politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meniti karier politik dari bawah. Ia terpilih sebagai Gubernur Riau pada Pilkada 2024 setelah sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Riau II.
Sebelum melangkah ke Senayan, Wahid sudah cukup lama berkiprah di tingkat daerah. Ia pernah menjadi anggota DPRD Riau selama dua periode, yakni dari 2009 hingga 2019. Dengan pengalaman politik yang panjang, Wahid dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan aktif memperjuangkan isu pembangunan daerah.
Namun, reputasi politiknya kini terancam setelah KPK melakukan OTT dan menyebut namanya termasuk dalam daftar pihak yang diamankan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pihak keluarga Abdul Wahid terkait penangkapan tersebut. Aktivitas di lingkungan kantor gubernur tampak berjalan normal, meski sejumlah pejabat memilih irit bicara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media