Ekonomi . 03/11/2025, 16:25 WIB

UTANG WHOOSH BIKIN PUSING! AHY Buru-Buru Temui Prabowo di Istana, Bawa Sederet Opsi Pembayaran yang Bikin Lega!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Nah, siap-siap dengar kabar penting dari Istana! Isu tentang utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang kita kenal dengan nama kerennya, Whoosh, kembali memanas dan menjadi sorotan utama. Bukannya mereda, masalah pelik ini justru membuat Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), harus buru-buru menyambangi Istana Kepresidenan pada Senin, 3 November 2025. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan agenda mendesak untuk mencari solusi pembayaran utang Whoosh yang terbaik.

AHY sendiri mengakui, permasalahan KCIC Jakarta-Bandung ini memerlukan solusi cepat dan tepat. Pemerintah secara intensif mencari berbagai opsi skema pembayaran utang Whoosh yang mungkin bisa diterapkan. Tentu saja, langkah ini diambil untuk memastikan proyek infrastruktur super strategis ini bisa berjalan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. Jadi, apa saja yang sebenarnya mereka bahas dan opsi solusi apa yang sedang dipertimbangkan? Scroll terus untuk tahu detailnya!

Misi AHY: Melaporkan dan Meminta Arahan Langsung dari Presiden

Kedatangan AHY di Istana pada hari itu memiliki tujuan yang sangat jelas. Selaku Menteri Koordinator yang membawahi bidang infrastruktur, AHY bertugas melaporkan perkembangan terkini dari berbagai isu, termasuk masalah krusial terkait utang Kereta Cepat Whoosh.

"Ya tentu kita ingin melihat berbagai isu, ya termasuk KCIC Jakarta Bandung, ada permasalahan yang harus kita carikan solusinya juga. Ada sejumlah opsi tentu," kata AHY, memberikan sinyal bahwa pemerintah sudah mengantongi beberapa pilihan skema.

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa pertemuan ini adalah momen penting untuk mendapatkan guidance atau arahan langsung dari Bapak Presiden. Mendapatkan arahan dari pucuk pimpinan negara menjadi langkah vital untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar strategis dan terpadu.

Pemerintah Sedang 'Ogah Rugi': Skema Pembayaran Terbaik Sedang Dihitung

Isu utang ini memang bukan hal baru. Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sudah memberikan bocoran bahwa pemerintah sedang putra-putar otak mencari skema pembayaran utang Kereta Cepat Whoosh yang terbaik.

Prasetyo mengakui bahwa masalah utang ini sempat menjadi bagian penting yang dibahas dalam rapat terbatas (Ratas) sebelumnya. Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan perhitungan yang cermat dan detail, termasuk mempertimbangkan kemungkinan untuk mengajukan kelonggaran waktu pembayaran utang.

"Sebagaimana yang pernah saya sampaikan, juga kemarin di dalam ratas juga itu bagian dari salah satu yang dibicarakan, pemerintah sedang mencari skema yang terbaik, termasuk perhitungan-perhitungan angkanya, termasuk kemungkinan-kemungkinan untuk kita bisa meminta kelonggaran dari sisi waktu pembayaran utang," jelas Prasetyo. Ide untuk meminta perpanjangan masa pinjaman ini menjadi salah satu opsi solusi yang paling realistis.

Ratas Elite: Prabowo Kumpulkan Para 'Jagoan' Ekonomi

Masalah utang Whoosh ini ternyata sudah menjadi perhatian serius langsung dari Presiden Prabowo. Politikus Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa Presiden telah menggelar rapat terbatas khusus. Rapat ini mengumpulkan para 'jagoan' di bidang ekonomi dan investasi, menunjukkan betapa kompleks dan pentingnya masalah ini.

Siapa saja yang terlibat dalam diskusi intensif tersebut? Ada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani.

Prasetyo menyebutkan hasil dari Ratas tersebut: Presiden Prabowo meminta tim elite ini untuk melakukan perhitungan ulang yang lebih detail dan matang. Mereka juga harus menyiapkan berbagai opsi skenario yang mungkin bisa diajukan, termasuk kemungkinan meminta perpanjangan masa pinjaman.

Mengapa Whoosh Jadi Fokus Utama? Keuntungan Strategis yang Tidak Bisa Diabaikan

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com