Ekonomi . 04/11/2025, 15:57 WIB

Prabowo Siapkan Proyek Kereta Triliunan di Luar Jawa: Trans Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Pengumuman yang sangat dinantikan! Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan rencana ambisius pemerintah untuk memperluas jaringan kereta api nasional hingga menjangkau berbagai pulau besar di luar Jawa. Proyek raksasa ini mencakup pembangunan jalur Trans Sumatera Railway, Trans Kalimantan Railway, dan Trans Sulawesi Railway. Tujuannya sangat strategis: mengubah lanskap logistik Indonesia, menekan biaya ekonomi, dan meningkatkan daya saing bangsa.

Dalam pidatonya saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa, 4 November 2025, Kepala Negara menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar menambah jalur transportasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi yang lebih kompetitif. Prabowo memerintahkan jajarannya untuk segera merencanakan proyek-proyek vital ini, menandai dimulainya era baru pembangunan infrastruktur kereta api secara merata.

Alasan Utama: Menghancurkan Biaya Logistik yang Mahal

Keputusan untuk memprioritaskan pembangunan kereta api di luar Jawa didasari oleh analisis mendalam terhadap masalah logistik yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah. Prabowo menjelaskan, biaya logistik yang tinggi di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi penghalang utama bagi kesejahteraan masyarakat dan daya saing produk Indonesia.

"Jadi, kereta api kita akan kita perbesar. Di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, karena dengan kereta api, biaya logistik akan turun, biaya ekonomi akan turun, kita akan kompetitif, kesejahteraan akan meningkat," tegasnya.

Presiden menyoroti bagaimana jaringan kereta api yang efisien dapat memangkas waktu dan biaya angkut hasil bumi dari pedalaman ke pelabuhan. Saat ini, pengangkutan komoditas seringkali mengandalkan truk-truk besar yang mahal, merusak infrastruktur jalan, dan memboroskan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Komoditas-komoditas penting seperti kelapa sawit, karet, kopi, timah, nikel, dan hasil tambang lainnya akan menjadi penerima manfaat utama dari jaringan kereta baru ini. Dengan menggunakan kereta api listrik yang lebih efisien, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.

"Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak. Habisin BBM, kereta api listrik, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," jelas Prabowo, menyoroti efisiensi yang didapatkan dari transisi ke moda transportasi berbasis rel dan listrik.

Perintah Tegas ke Menteri Terkait: Wujudkan Trans Railway!

Untuk merealisasikan proyek ambisius perluasan jalur kereta api nasional ini, Prabowo menginstruksikan para menteri kunci untuk berkoordinasi dan segera menyusun rencana induk yang matang.

Presiden secara spesifik menyebutkan bahwa ia akan berkoordinasi dengan dua sosok penting:

  1. Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): Sebagai koordinator utama pembangunan infrastruktur.
  2. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi: Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas perencanaan dan regulasi transportasi.

Perintah Presiden sangat jelas dan berorientasi pada hasil. "Jadi nanti saya kasih petunjuk ke Menko Infrastruktur, rencanakan yang baik trans Sumatera railway, trans Kalimantan railway, trans Sulawesi railway," pungkasnya.

Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek-proyek Trans Railway ini akan menjadi agenda prioritas pembangunan infrastruktur pemerintah dalam waktu dekat.

Meningkatkan Kesejahteraan dan Daya Saing Global

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com