Megapolitan . 07/11/2025, 22:05 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Informasi yang paling mengejutkan datang dari Maman terkait sosok terduga pelaku. Maman membenarkan bahwa terduga pelaku ledakan adalah siswa SMAN 72 sendiri, berinisial FN dan merupakan siswa kelas XII.
Yang lebih mengejutkan lagi, FN adalah salah satu langganan di warung kantin Maman!
"Iya, iya. Kelas 12. Suka jajan juga," kata Maman. Meskipun demikian, Maman mengaku tidak mengenal siswa tersebut secara personal atau mengetahui masalah pribadi yang mungkin melatarinya. Ia hanya mengenalnya sebatas pembeli jajan yang ia sebut sebagai siswa yang pendiam.
Fakta bahwa terduga pelaku adalah siswa kelas XII dan dikenal di lingkungan kantin menambah horor dan kesedihan di kalangan warga sekolah.
Akibat insiden dramatis ini, Maman menyaksikan sendiri banyak siswa yang mengalami luka-luka di berbagai bagian tubuh, termasuk luka di kepala, pinggang, hingga tangan.
Hingga saat ini, baik Maman maupun pedagang kantin lainnya belum diizinkan untuk kembali ke area sekolah. Alasannya jelas: seluruh area masih harus disterilkan oleh Tim Gegana untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan peledak atau ancaman keamanan lainnya. Proses sterilisasi dan olah TKP ini menjadi prioritas utama pihak kepolisian demi menjamin keamanan lingkungan sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dapat dilanjutkan.
Kesaksian Maman, yang berada sangat dekat dengan pusat ledakan, memberikan gambaran yang jelas dan menegangkan tentang peristiwa horor di SMAN 72 Jakarta. Kini, semua mata tertuju pada hasil investigasi polisi untuk mengungkap motif dan detail di balik aksi balas dendam yang diduga kuat ini. - Hasyim Ashari/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media