Megapolitan . 08/11/2025, 09:37 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Ledakan mengguncang lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara,sekitar pukul 12.15 WIB pada Jumat siang. Peristiwa itu terjadi di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut (AL) ketika para siswa dan guru sedang melaksanakan Shalat Jumat di masjid sekolah.
Menurut keterangan saksi, dua ledakan terdengar secara berurutan. Ledakan pertama muncul saat khotbah Jumat sedang berlangsung, disusul letusan kedua yang diduga berasal dari arah berbeda. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan warga sekitar, serta mengakibatkan puluhan orang mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan.
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian bersama tim Penjinak Bom (Jibom) dan unit lainnya tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkapkan, total ada 54 orang yang menjadi korban luka dalam peristiwa itu.
Asep juga menyampaikan bahwa pihaknya membuka posko informasi di dua rumah sakit, yakni RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
“Langkah-langkah membuat posko di Rumah Sakit Yarsi guna membantu keluarga-keluarga korban, untuk mencari anak-anak didiknya yang disini yang sedang dirawat,” kata Asep.
Beberapa korban sudah diperbolehkan pulang, sementara sebagian lainnya masih dirawat di rumah sakit. Direktur RS Yarsi, dr Muhammadi, menyebut ada tujuh korban yang masih menjalani perawatan intensif.
“Ada enam orang yang masuk awal ke emergency dan baru hadir satu lagi diantar oleh keluarganya,” ujarnya.
Dugaan Pelaku
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku diduga merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Ia disebut-sebut melakukan aksinya karena mengalami perundungan (bullying).
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang menyerupai senjata api, termasuk airsoft gun dan revolver, namun setelah diperiksa, senjata itu ternyata hanyalah mainan.
“Mungkin rekan-rekan sudah melihat foto seperti senjata api dan pistol, itu diyakini dipastikan adalah mainan,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Budi Hermanto.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan insiden ini sebagai tindakan terorisme.
“Jangan dikatakan ini jumping conclusion bahwa ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana,” katanya.
Investigasi
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media