Megapolitan . 09/11/2025, 23:12 WIB

FAKTA BARU! Korban Ledakan SMAN 72 Alami Pecah Limpa hingga Harus Operasi Darurat, Wagub Rano Pastikan TANGGUNG SEMUA BIAYA!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Perkembangan terbaru dari peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta kembali mencuri perhatian publik. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan bahwa satu korban dengan luka berat akan menjalani operasi kedua di RS Yarsi pada Senin (10/11/2025).

Korban tersebut merupakan salah satu siswa yang mengalami luka serius akibat ledakan yang terjadi beberapa hari lalu di lingkungan sekolah. Menurut Rano, kondisi korban menunjukkan semangat luar biasa meski tengah berjuang melawan luka beratnya.

“Tadi ada satu, insyaallah besok operasi lagi yang kedua ya,” ujar Rano saat menjenguk korban di RS Yarsi, Minggu (9/11/2025).

Rano Karno Kagum dengan Ketegaran Korban

Rano Karno menceritakan bahwa dirinya sempat berbincang langsung dengan orang tua korban. Ia mengaku terharu mendengar cerita tentang semangat sang anak yang tetap kuat meski mengalami luka parah akibat ledakan.

“Saya dengar ceritanya, maaf, dia parah tapi dia semangat. Tadi saya juga dengar dokter dan bapaknya bilang, ‘iya, Pak, saya juga bingung kalau anak ini kuat banget,’” ungkap Rano. Menurutnya, semangat korban menjadi cerminan keberanian luar biasa di tengah kondisi yang sulit.

Selain menjenguk korban, Rano juga memastikan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan terus memantau proses pemulihan para siswa yang terdampak peristiwa ini, baik dari sisi medis maupun psikologis.

RS Yarsi Pastikan Operasi Kedua untuk Tangani Luka Bakar

Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi , menjelaskan kondisi medis terkini korban yang masih dirawat intensif. Menurutnya, pasien tersebut telah menjalani operasi darurat pertama sesaat setelah dilarikan ke rumah sakit dan kini dijadwalkan untuk menjalani operasi kedua.

“Masih ada satu pasien dari awal masuk dalam kondisi emergensi. Direncanakan besok operasi kedua untuk pembersihan pada area luka bakar,” jelas Muhammadi kepada awak media.

Ia menambahkan, operasi pertama dilakukan untuk menangani pecahnya limpa akibat dampak ledakan yang cukup keras. “Kemarin operasi pertama itu emergensi, pengangkatan limpa. Jadi limpanya pecah waktu ledakan pertama,” ujarnya.

Setelah operasi kedua selesai, tim medis akan memantau proses pemulihan jaringan kulit dan memastikan tidak ada infeksi lanjutan pada area luka bakar. RS Yarsi juga melibatkan dokter spesialis bedah plastik serta rehabilitasi medik dalam proses penyembuhan korban.

Kondisi Korban Lain Mulai Membaik

Selain korban luka berat yang masih dirawat di ruang intensif, beberapa siswa lain juga masih menjalani perawatan karena mengalami gangguan pendengaran. Rano Karno menyebut sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan positif dan mulai beradaptasi dengan terapi yang diberikan.

“Alhamdulillah, walaupun perlu waktu pemulihan, mereka sudah mulai membaik. Kalau di Yarsi ini, lebih banyak yang mengalami gangguan pendengaran atau hearing loss, kalau bahasa Betawinya budeg mendadak,” jelas Rano.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com