Nasional . 09/11/2025, 09:21 WIB

Kanker Kulit Mengintai, Mahasiswa UMY Ciptakan Alat Deteksi Dini Berbasis AI

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Dunia medis kembali diguncang inovasi baru dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sekelompok mahasiswa muda menghadirkan “Scanoma”, alat deteksi dini kanker kulit berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digadang bisa bantu tenaga medis mengenali gejala kanker lebih cepat dan akurat.

Ketua tim pengembang, Salsa Faatin Al-Dhinar, menceritakan bahwa ide pembuatan Scanoma berawal dari keresahan melihat banyaknya kasus kanker kulit yang baru terdeteksi di tahap lanjut. Kondisi ini membuat proses pengobatan jadi lebih sulit dan mahal.

“Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat,” ujar Salsa, mahasiswa Fakultas Farmasi angkatan 2022.

Kolaborasi Lintas Disiplin yang Keren

Proyek ini bukan kerja satu jurusan saja. Scanoma lahir dari kolaborasi cerdas antara mahasiswa Fakultas Farmasi dan Teknik Elektro UMY. Mereka bergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pendanaan Nasional 2025, salah satu ajang bergengsi bagi mahasiswa Indonesia.

Kolaborasi ini berjalan sejak 7 Juli hingga 3 November 2025. Selama hampir empat bulan, tim bekerja keras merancang sistem analisis citra lesi kulit secara real time dengan teknologi Convolutional Neural Network (CNN). Hebatnya, tingkat akurasi alat ini mencapai 75,22 persen, angka yang cukup menjanjikan untuk riset tahap awal.

Tantangan Teknis Bukan Penghalang

Seperti proyek inovatif lainnya, perjalanan tim Scanoma tidak selalu mulus. Mereka sempat dihadapkan pada berbagai kendala teknis, mulai dari keterlambatan kamera dermatoskop digital, ketidaksesuaian kabel, hingga error pada sistem perangkat lunak.

Namun semangat tim ini luar biasa. Setelah semua masalah berhasil diatasi, mereka berhasil mengubah konsep awal menjadi alat portabel berbasis Raspberry Pi yang hemat daya, ringkas, dan mudah dioperasikan. Desain ini membuat Scanoma cocok digunakan di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas, terutama di daerah-daerah terpencil.

Sinergi Ilmu Kesehatan dan Teknologi

Dalam proyek ini, mahasiswa Farmasi berperan penting dalam karakterisasi lesi kulit dan penentuan parameter klinis, sementara mahasiswa Teknik Elektro fokus pada integrasi perangkat keras dan sistem pengolahan citra digital. Hasilnya, Scanoma menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antar disiplin ilmu bisa menciptakan solusi medis yang inovatif dan berdampak langsung pada masyarakat.

“Kalau alat ini bisa membantu satu orang saja mengenali gejala kanker lebih cepat, perjuangan kami sudah tidak sia-sia,” tutur Salsa penuh semangat.

Kehadiran Scanoma menunjukkan bahwa masa depan layanan kesehatan di Indonesia bisa semakin inklusif dan berbasis teknologi. Dengan pendekatan cerdas dan kolaboratif, mahasiswa UMY telah membuka jalan baru dalam pemanfaatan AI di bidang kesehatan, khususnya dalam deteksi dini kanker kulit. (ANT)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com