Megapolitan . 11/11/2025, 15:54 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Fakta baru kembali terungkap dalam kasus ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) berinisial NF (17).
Densus 88 Antiteror memastikan bahwa sebagian bom rakitan yang digunakan NF dikendalikan melalui sistem jarak jauh.
“Beberapa iya (dikendalikan atau dipicu remot, red), tapi terkait dengan teknis yang itu berkenan konfirmasi ke Gegana atau ke Bid Humas Polda Metro Jaya,” ujar Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, kepada Wartawan, Selasa, 11 November 2025.
Mayndra juga mengonfirmasi bahwa bom tersebut dirakit sendiri oleh NF setelah mempelajari cara pembuatannya dari internet.
“Dirakit sendiri dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” ungkapnya.
Aktif di Forum Ekstrem di Dunia Maya
Lebih jauh, Mayndra mengungkapkan bahwa NF diketahui cukup aktif di dunia maya. Ia kerap mengunjungi forum daring yang berisi konten ekstrem dan kekerasan di situs gelap (dark web).
“Yang bersangkutan kerap mengunjungi komunitas daring, terutama di forum dan situs-situs gelap yang menampilkan video atau foto orang yang benar-benar meninggal dunia, biasanya akibat kecelakaan, perang, pembunuhan, atau kejadian brutal lainnya,” jelasnya.
Terekam CCTV Bawa Tas Berisi Bom
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menuturkan, NF terlihat membawa dua tas saat tiba di lokasi kejadian berdasarkan rekaman kamera pengawas.
“Kalau dilihat dari CCTV, kedatangan anak ini sudah membawa tas sekolah dengan tas yang dijinjing. Itu semua barang-barang berada di dalam situ,” ujarnya.
Polisi menduga masih ada beberapa bom rakitan yang gagal meledak.
“Tapi mungkin ada beberapa sumbu yang tidak terpicu, sehingga barang ini tidak meledak,” tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media