Nasional . 12/11/2025, 21:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Aktivis buruh Marsinah
Mantan Menteri Hukum Mochtar Kusumaatmadja
Ulama perempuan pendiri sekolah Islam pertama Rahmah El Yunusiyyah
Mantan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo
Sultan Muhammad Salahuddin dari Bima
Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan
Tuan Rondahaim Saragih Garingging dari Simalungun
Sultan Zainal Abidin Syah dari Tidore
Dalam Keputusan Presiden tersebut, Soeharto dinilai berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, terutama sebagai Wakil Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Yogyakarta yang memimpin pelucutan senjata Jepang di Kotabaru pada tahun 1945.
Brevka menyebut, pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bukan sekadar penghargaan sejarah, tetapi juga bentuk glorifikasi terhadap pelaku pelanggaran HAM.
Aliansi BEM se-UI menolak segala bentuk manipulasi sejarah dan upaya memutihkan masa kelam Orde Baru.
“Kami mendesak pemerintah dan lembaga negara untuk menjalankan tanggung jawab moral serta memastikan rezim otoriter tidak pernah lagi dimuliakan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk tetap menjaga warisan reformasi, mengawal kebenaran sejarah, dan melawan distorsi narasi yang mengkhianati perjuangan rakyat.
Penolakan terhadap gelar pahlawan untuk Soeharto tidak lepas dari sejarah panjang masa pemerintahannya yang penuh kontroversi.
Brevka mengingatkan berbagai pelanggaran HAM berat di era Orde Baru, antara lain:
Tragedi 1965, yang menewaskan ratusan ribu orang tanpa proses hukum,
Penembakan misterius (Petrus) 1982–1985,
Tragedi Tanjung Priok (1984),
serta penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi pada 1997–1998.
Menurut Brevka, luka-luka sejarah itu belum pernah disembuhkan, dan mengangkat Soeharto sebagai pahlawan nasional hanya akan membuka kembali trauma kolektif bangsa.
Penolakan dari BEM se-UI ini menjadi salah satu suara moral dari kalangan kampus terhadap kebijakan pemerintah.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media