Megapolitan . 12/11/2025, 21:38 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga membenarkan bahwa terduga pelaku merupakan siswa aktif di SMAN 72 Jakarta.
“Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut,” kata Sigit setelah menjenguk korban ledakan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kapolri menegaskan bahwa kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan mendalam, terutama untuk memastikan apakah tindakan tersebut murni inisiatif pribadi atau ada pengaruh dari luar seperti konten ekstrem di internet.
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi saat siswa dan guru tengah melaksanakan salat Jumat, 7 November 2025.
Ledakan pertama terdengar dari musala di lantai tiga, disusul ledakan kedua beberapa menit kemudian dari area belakang kantin sekolah.
Polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan.
Antara lain sebuah senjata api mainan bertuliskan nama tiga pelaku penembakan di masjid di berbagai negara: Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini yang semuanya dikenal sebagai pelaku teror bermotif supremasi kulit putih dan neo-fasis.
Selain itu, ditemukan pula bahan peledak rakitan yang diduga dibuat secara mandiri oleh pelaku.
Meski pihak kepolisian telah menegaskan bahwa pelaku bertindak sendiri, penyelidikan lebih dalam tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam membantu atau memengaruhi pelaku.
Polda Metro Jaya dan Densus 88 kini fokus pada aspek psikologis, sosial, dan digital dari pelaku untuk menelusuri kemungkinan pengaruh eksternal seperti konten ekstremis di dunia maya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media