Hukum dan Kriminal . 19/11/2025, 13:33 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis di bawah umur, Melati (nama samaran), menggemparkan warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Ironisnya, kasus yang dilaporkan sejak Desember 2024 ini, masih belum menemui titik terang meski sudah hampir setahun berlalu.
Melati, yang baru berusia 14 tahun, diduga menjadi korban pemerkosaan yang bermula dari ajakan makan seafood oleh temannya, Santi, pada Juni 2023. Pertemuan itu mempertemukannya dengan seorang pria bernama Koko, yang kemudian diduga melakukan tindakan bejat tersebut.
"Setelah makan, Santi mengirim pesan kepada saya, mengatakan bahwa Koko menyukai saya dan ingin berhubungan seks. Saya menolak," ungkapnya, Rabu 19 November 2025.
Penolakan itu tak menghentikan Koko, yang terus berusaha mendekati Melati melalui pesan singkat. Puncak dari kejadian tragis ini terjadi saat Santi mengajak Melati ke kosannya.
Di sana, Melati diberi minuman kemasan teh pucuk yang diduga telah dicampur dengan obat-obatan.
"Saya tidak sadar setelah meminumnya. Saat sadar, saya melihat video diri saya berhubungan dengan Koko. Santi mengancam akan menyebarkan video itu jika saya berbicara kepada siapa pun," jelas Melati.
Dalam kondisi linglung, Melati mendapati dirinya telanjang dan berlumuran darah. "Saya merasa sangat hancur. Setelah sadar, saya langsung ke kamar mandi dan menangis sejadi-jadinya," tambahnya.
Setelah kejadian itu, Melati diberi uang sebesar Rp 800 ribu oleh Santi, yang diduga berasal dari Koko. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota dengan nomor laporan LP/B/1558/XI/2024/PMJ/Resto Tangerang Kota sejak 30 Desember 2024.
Namun, hingga kini, kasus tersebut masih belum menemui kejelasan. Padahal, kasus ini telah naik ke tahap penyidikan sejak 15 April 2025. Lambatnya penanganan kasus ini membuat keluarga korban merasa frustrasi dan kecewa.
"Saya mohon kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan menghukumnya seberat-beratnya. Saya juga meminta bantuan kepada Bapak Presiden untuk menegakkan keadilan bagi anak saya," ucap Ibu Melati sembari memohon keadilan untuk putrinya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media