Ekonomi . 20/11/2025, 16:14 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Konstruksi Indonesia diprediksi melesat 6,5% di 2026. Didorong IKN, Energi Terbarukan, dan permintaan swasta. Siap-siap rebut cuan investasi!
fin.co.id — Investor dan pelaku bisnis, SIAP-SIAP! Industri konstruksi Indonesia sedang berada di ambang periode emas. Setelah dua tahun bergerak hati-hati, sektor ini diprediksi memasuki fase ekspansi gila-gilaan pada 2026. Angkanya tak main-main: Nilai konstruksi nasional diperkirakan melonjak hingga Rp 331,5 triliun!
Ini bukan lagi janji, tapi sinyal dari data. Angka tersebut mencerminkan lonjakan pertumbuhan hingga 6,5% di tahun 2026, jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Momentum ini dipicu oleh tiga kekuatan utama yang saling beririsan: dorongan infrastruktur pemerintah, revolusi energi terbarukan, dan permintaan agresif dari sektor swasta.
Pemerintah secara konsisten menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Meski tender sempat tertunda, investasi terus mengalir deras ke koridor transportasi utama, program perumahan rakyat, dan proyek ambisius IKN Nusantara.
Namun, bukan hanya itu. Proyek Energi Terbarukan (EBT) skala besar kini menciptakan kepastian investasi jangka panjang yang diincar pemain global.
Green energy bukan cuma tren, tapi sumber cuan baru bagi kontraktor!
Jangan lupakan peran sektor swasta yang kini berkontribusi lebih besar! Konstruksi industri menjadi segmen dengan pertumbuhan paling PANAS, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 12,9% antara 2024–2026. Nilainya meroket dari Rp 67.927 miliar menjadi Rp 86.654 miliar di tahun 2026.
Di mana saja hotspot investasinya?
Sektor residensial pun tidak mau kalah! Perkembangan Township Terintegrasi yang menggabungkan hunian, ritel, dan konektivitas transportasi menjadi penggerak utama pasar perumahan masa depan, menjanjikan ekosistem hidup yang lebih lengkap.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media