Internasional . 20/11/2025, 18:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Kami akan terus mengembangkan daftar ide potensial dari kedua belah pihak yang sedang berkonflik untuk mengakhiri perang,” ujar Rubio.
Rubio juga mengakui bahwa perang sebesar dan serumit konflik Rusia–Ukraina tidak bisa diakhiri tanpa kompromi yang sulit dari kedua belah pihak.
Pejabat Ukraina telah memastikan bahwa mereka mengetahui adanya proposal perdamaian tersebut. Namun pemerintah Kiev menegaskan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses penyusunan usulan itu.
Ini bisa menjadi masalah besar, karena publik Ukraina diperkirakan akan menolak keras setiap rencana perdamaian yang menuntut penyerahan wilayah.
Presiden Zelensky sendiri dalam banyak kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan satu inci pun tanah mereka kepada Rusia.
Tuntutan Putin: Ukraina Harus Mundur dan Tidak Boleh Gabung NATO
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin berkali-kali menegaskan tuntutannya untuk menghentikan perang. Rusia hanya akan menghentikan operasi militernya jika:
1. Ukraina tidak jadi bergabung dengan NATO
Ini adalah garis merah utama bagi Moskow. Rusia menganggap ekspansi NATO ke perbatasannya sebagai ancaman eksistensial.
2. Ukraina menarik pasukannya dari empat provinsi yang telah dicaplok Rusia
Keempat wilayah tersebut Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson telah diklaim Rusia sebagai bagian dari federasinya.
Hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Moskow akan mengubah posisi atau tuntutannya.
Meski AS mulai mendorong kerangka perdamaian baru, jalan menuju kesepakatan masih sangat panjang. Baik Rusia maupun Ukraina masih bertahan pada syarat yang sulit diterima pihak lawan.
Rusia ingin wilayah Ukraina diserahkan secara permanen
Ukraina menolak memberikan konsesi teritorial
AS ingin perang segera berakhir tanpa memperbesar konflik
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media