Megapolitan . 21/11/2025, 14:26 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Polisi mengungkap asal-usul bahan peledak yang digunakan Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, komponen bom rakitan tersebut diduga kuat diperoleh pelaku melalui pembelian daring.
"Iya seperti itu (diduga dibeli online). Karena kan orang tuanya yang menerima paket," ujarnya di Jakarta, Jumat, 21 November 2025.
Keluarga Tak Curiga, Mengira untuk Ekskul
Pelaku sebelumnya memberi tahu keluarganya bahwa paket-paket yang datang merupakan perlengkapan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Karena alasan tersebut, keluarga tidak curiga sedikit pun.
"Barang-barang paket yang diterima itu untuk ekstra kurikuler sekolah. Jadi tidak ada kecurigaan dari keluarga," kata Budi.
Keluarga mengaku kaget karena karakter anak tersebut dikenal pendiam, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar, sehingga mereka tidak menyangka sang anak dapat terlibat dalam ledakan besar.
96 Orang Jadi Korban
Ledakan terjadi pada Jumat, 7 November 2025, ketika khotbah salat Jumat berlangsung di lingkungan sekolah. Kepolisian mencatat sebanyak 96 orang menjadi korban dengan tingkat luka yang beragam.
Polisi Beberkan Komposisi Bom Rakitan
Dalam keterangan terpisah, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menjelaskan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Detektor bahan peledak menunjukkan bahwa bom tersebut menggunakan potassium chloride sebagai komponen utama.
"Kemudian bahan peledak yang kami temukan itu terdeteksi potassium chloride, yang digunakan terduga,” jelasnya.
Tim juga menemukan serpihan plastik, paku baja, dan paku seng yang digunakan sebagai shrapnel untuk memperbesar daya rusak. “Paku-paku itu berserakan di dalam masjid,” ujarnya.
Sumber tenaga berasal dari empat baterai A4, dipadukan dengan electric match sebagai inisiator, serta pemicu yang didukung sistem receiver. Namun, polisi tidak menemukan perangkat remote yang diduga digunakan sebagai pemicu jarak jauh.
“Casing-nya jeriken plastik 1 liter, dan shrapnel-nya paku,” tutup Henik.
(Rafi Adhi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media