Megapolitan . 21/11/2025, 16:13 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Tembok pembatas SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 di Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, roboh pada Kamis sore sekitar pukul 17.35 WIB. Insiden ini terjadi saat hujan gerimis mengguyur wilayah tersebut. Reruntuhan tembok menimpa empat unit sepeda motor dan sebagian bagian depan rumah warga, membuat warga panik.
Warga setempat, Heni (55), menilai robohnya tembok didorong oleh kombinasi struktur tembok yang lemah serta tanah galian proyek renovasi sekolah yang menumpuk di belakang tembok. Ia menambahkan, hujan deras beberapa hari terakhir ikut memperparah kondisi tanah sehingga tembok tak mampu menahan tekanan.
"Dua hari kemarin kan hujan deras, ditambah lagi ada pengeboran bikin fondasi sekolahan. Jadi, kan tambah padat (tanah galian proyek yang menumpuk di balik tembok), makanya roboh," jelas Heni dikutip dari ANTARA, Jumat.
Meski insiden ini cukup menakutkan, Heni menegaskan tidak ada korban jiwa atau luka. Namun, empat unit sepeda motor warga mengalami kerusakan karena tertimpa tembok. Warga pun sempat panik ketika mengetahui tembok sekolah roboh, namun berhasil menyelamatkan diri dan orang-orang terdekat.
"Anak-anak pada mau shalat. Untungnya kan ada gang kecil tuh, pada masuk dah tuh dia ke dalam. Alhamdulillah, enggak ada korban, tapi ada motor yang ketimpa. Kalau korban jiwa, Alhamdulillah, enggak ada," ujar Heni.
Pantauan di lokasi, reruntuhan tembok menutup akses gang, sehingga warga harus memutar jalur untuk bisa melintas. Kabel listrik yang ikut terseret oleh reruntuhan nyaris setinggi orang dewasa, menambah risiko keselamatan. Meski bangunan rumah di sekitar tembok tidak mengalami kerusakan parah, penghuni diimbau untuk tidak masuk ke rumah sampai kondisi aman.
Di dalam lingkungan sekolah, tanah hasil galian proyek bercampur lumpur menumpuk hampir setinggi tiga meter. Tembok yang tersisa di sekitar lokasi juga terlihat miring dan rapuh. Polisi memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekat dan menghindari risiko insiden serupa.
Proyek renovasi sekolah tetap berjalan, dengan sejumlah kendaraan dan alat berat tampak keluar masuk area pembangunan. Petugas menghimbau warga, termasuk anak-anak, agar menjauh dari lokasi tembok yang rapuh dan waspada terhadap aktivitas proyek yang sedang berlangsung.
Insiden ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek konstruksi di lingkungan padat penduduk. Tekanan tanah dari galian dan hujan deras bisa menjadi kombinasi berbahaya bagi struktur yang belum stabil.
Dengan kondisi tembok yang sebagian sudah miring, warga Palmerah diimbau tetap waspada. Pemerintah dan pengelola sekolah perlu segera melakukan perbaikan tembok dan memastikan keselamatan warga sekitar. (ANT)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media