Hukum dan Kriminal . 24/11/2025, 21:17 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Dalam pemeriksaan mendalam, AI mengakui bahwa ia menculik Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan. Tragisnya, saat diculik, Alvaro terus menangis dan tidak berhenti. Diduga panik, tersangka AI akhirnya membekap korban hingga meninggal dunia.
Peristiwa tragis ini terjadi pada 9 Maret 2025, hanya tiga hari setelah Alvaro dinyatakan hilang dari rumah. Setelah melakukan aksi keji tersebut, tersangka kemudian membungkus jenazah korban dengan tas plastik berwarna hitam.
Misteri ini berakhir tragis setelah ditemukan kerangka manusia yang diduga kuat adalah jenazah Alvaro. Polres Metro Jakarta Selatan kemudian resmi menetapkan Alex Iskandar (diduga inisial AI) sebagai tersangka utama dalam kasus ini.
Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, membenarkan kabar duka tersebut. "Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan tersangka sudah diamankan," katanya.
Meski demikian, AKP Seala Syah Alam menegaskan bahwa detail lengkap mengenai kronologi penemuan dan rangkaian kejadian kini ditangani secara intensif oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Pesan Penting: Pihak kepolisian saat ini terus memeriksa secara intensif terduga pelaku untuk mengungkap secara tuntas motif dan seluruh rangkaian kejadian yang menyebabkan tewasnya bocah berusia enam tahun ini. Kasus ini menjadi pengingat tragis betapa berbahayanya aksi yang didorong oleh motif balas dendam. Kepastian hukum harus ditegakkan seadil-adilnya atas tragedi yang menimpa Alvaro Kiano Nugroho. - Rafi Adhi/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media