Politik . 29/11/2025, 17:04 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PSI di Maluku Utara berlangsung dengan tensi tinggi setelah Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyampaikan kritik keras terhadap pola pikir politik lama yang masih sering mengklaim diri sebagai pihak yang “melahirkan” seorang pemimpin.
Ahmad Ali menegaskan, tidak ada satu pun kelompok yang berhak mengaku sebagai pencipta atau pemilik seorang pemimpin.
"Kalau ada yang bilang ‘dia bisa jadi pemimpin karena saya, karena partai ini’, itu bohong besar. Tidak ada manusia yang bisa menentukan itu. Pemimpin lahir karena kehendak Allah, bukan karena ego siapa pun," tegas Ahmad Ali, Sabtu, 29 November 2025.
Menurutnya, masyarakat perlu meninggalkan narasi elitis yang menggambarkan partai seolah menjadi “pabrik pewaris kekuasaan”.
"Pak Jokowi itu tukang kayu. Tapi beliau menjadi Presiden RI. Jadi jangan pernah ada yang merasa paling berjasa atau paling berhak menentukan siapa yang boleh memimpin," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali juga menyinggung keras praktik politik dinasti yang dinilainya masih kuat mengakar.
"Di PSI tidak ada pemilik tunggal. Bukan keluarga tertentu, bukan elite tertentu. 'Pemegang saham' PSI adalah seluruh ketua, pengurus, dan kader di setiap daerah yang bekerja siang-malam membesarkan partai ini. Kalau mau klaim, klaim kerja keras, bukan klaim tak berdasar," katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran PSI dimaksudkan untuk menjadi antitesis dari pola politik lama yang selama ini membatasi ruang gerak generasi muda.
"Kita ini bukan partai yang mau mengulang politik kuno. Kita hadir untuk menghancurkan tembok itu, bukan untuk mewarisinya," tegas Ahmad Ali.
Lebih jauh, ia menyebut misi besar PSI adalah melahirkan pemimpin muda yang mampu mendorong perubahan nasional.
"PSI harus menghasilkan Jokowi-Jokowi muda, pemimpin yang berasal dari rakyat, yang dekat dengan rakyat, dan yang berani menggebrak kalau harus. Negeri ini butuh keberanian baru, bukan warisan lama," ucapnya.
Menutup pernyataannya, Ahmad Ali mengajak seluruh kader PSI Maluku Utara untuk berdiri di garis terdepan dalam menantang praktik politik usang yang dinilainya masih membelenggu banyak pihak.
"Kita maju bukan untuk sekadar ikut pemilu. Kita maju untuk mengubah permainan. Dan siapa pun yang mencoba menghalangi gerak PSI, akan kita hadapi," tutupnya.
Rakerwil PSI Maluku Utara pun ditutup dengan suasana penuh semangat, menandai kesiapan para kader untuk membawa gelombang perubahan menjelang kontestasi politik 2029.
(Candra Pratama)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media