Ekonomi . 01/12/2025, 14:05 WIB

KEJUTAN! Penjualan Mobil Impor EV Melesat, Industri Otomotif Lokal Terancam PHK? Kemenperin Peringatkan!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Intinya:

  1. Ancaman Dominasi EV Impor
  2. Kebutuhan Mendesak Insentif untuk Perlindungan
  3. Manfaat Ganda Insentif bagi Konsumen dan TKDN

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendesak pemerintah segera mengeluarkan insentif untuk industri otomotif lokal. Langkah ini krusial untuk mencegah gelombang PHK dan mempertahankan daya saing karena 73% kenaikan penjualan kendaraan listrik (EV) justru didominasi oleh produk impor, yang menyebabkan penurunan tajam pada penjualan mobil produksi dalam negeri.

fin.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap nasib industri otomotif nasional di tengah lonjakan penjualan kendaraan listrik (EV) impor. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa industri otomotif dalam negeri membutuhkan insentif segera untuk melindungi pekerja, investasi, dan daya saing dari gempuran produk luar. Sinyal bahaya ini muncul ketika penjualan EV meroket, namun sebagian besar kontribusinya datang dari kendaraan impor yang tidak memberikan nilai tambah bagi tenaga kerja lokal.

Industri otomotif nasional, salah satu penopang utama ekonomi Indonesia, kini berada di persimpangan jalan. Meskipun hype tentang kendaraan listrik semakin memanas, Kemenperin justru melihat fenomena ini sebagai pedang bermata dua. Febri Hendri Antoni Arief dengan tegas mengatakan, keliru jika kita menilai industri otomotif sedang kuat hanya berdasarkan pertumbuhan di segmen tertentu saja. Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang harus direspons cepat.

Jebakan EV Impor: Penjualan Naik, Pekerja Lokal Terancam?

Data yang diungkap Kemenperin sangat mencengangkan dan memicu FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan pelaku usaha. Selama periode Oktober 2024 hingga Januari 2025, total penjualan kendaraan EV mencapai 69.146 unit. Angka ini memang fantastis. Namun, Febri membeberkan detail krusial: 73 persen dari total penjualan EV tersebut adalah kendaraan impor.

Artinya, tiga perempat dari pertumbuhan pesat pasar EV saat ini justru dinikmati oleh produsen luar negeri. Febri menjelaskan, produksi, nilai tambah, serta penyerapan tenaga kerja industri dari kendaraan-kendaraan impor ini jelas berada di negara lain. Ini menciptakan ironi, di mana pasar otomotif Indonesia bergairah karena EV, tetapi pabrik-pabrik lokal tidak merasakan dampak positifnya.

“Penjualan kendaraan EV impor naik tajam, sementara segmen kendaraan lain yang diproduksi di dalam negeri dan memiliki pangsa pasar terbesar justru terus mengalami penurunan signifikan,” ungkap Febri. Penurunan penjualan kendaraan bermotor roda empat ini bahkan jauh di bawah jumlah produksi tahunan pada segmen tersebut. Ini adalah indikator paling mendasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif, bukan sekadar besaran investasi atau pertumbuhan di segmen yang didominasi impor.

Insentif Kunci Selamatkan Utilisasi dan Cegah PHK

Lantas, apa solusi yang didorong Kemenperin? Jawabannya adalah Insentif. Febri menekankan bahwa insentif ini sangat dibutuhkan untuk membalikkan keadaan. Tujuan utamanya adalah:

  1. Mempertahankan Utilisasi Produksi: Menjaga agar pabrik-pabrik lokal tetap beroperasi optimal.
  2. Melindungi Pekerja Industri: Mencegah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang bisa terjadi akibat penurunan penjualan dan utilisasi.
  3. Meningkatkan Daya Saing: Membuat produk otomotif dalam negeri lebih kompetitif melawan serbuan impor.

Ini bukan hanya masalah industri, melainkan juga masalah ketenagakerjaan dan stabilitas ekonomi. Tanpa intervensi segera, investasi yang sudah ditanam di industri otomotif berisiko tergerus, dan puluhan ribu pekerja bisa kehilangan pekerjaan mereka. Wajib ada insentif untuk membalikkan keadaan, kata Febri.

Harga Mobil Lebih Murah? Manfaat Langsung untuk Konsumen Kelas Menengah

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com