Ekonomi . 02/12/2025, 16:09 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya baru saja mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dalam ajang prestisius Sutami Award, yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hutama Karya sukses membawa pulang dua apresiasi sekaligus. Penghargaan ini menjadi penegasan mutlak atas kiprah panjang Hutama Karya sebagai BUMN infrastruktur yang konsisten mendorong agenda pembangunan nasional.
Acara Sutami Award di Jakarta, Senin, 1 Desember 2025, menjadi panggung pengakuan terhadap peran strategis perusahaan pelat merah ini. Keberhasilan ganda ini memperkuat posisi Hutama Karya sebagai motor penggerak konektivitas, tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperkuat ekosistem industri penunjang di berbagai wilayah Indonesia.
Hutama Karya dianugerahi kategori "Mitra Kerja BUMN yang Selama 80 Tahun Berkontribusi bagi Kementerian BUMN". Penghargaan ini datang karena Hutama Karya terbukti mendukung penuh implementasi Asta Cita pemerintah. Perusahaan terlibat aktif dalam pembangunan infrastruktur yang fokus pada peningkatan konektivitas, penguatan daya saing daerah, dan kontribusi terhadap target ambisius Program 608 Kementerian PU.
Ingat target 608 itu? Tujuannya adalah menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) ke bawah angka enam, menurunkan kemiskinan menuju nol, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen. Hutama Karya menunjukkan komitmennya sebagai BUMN yang memiliki dampak makroekonomi signifikan.
Di momen gemilang yang sama, Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, menerima langsung penghargaan Penyedia Jasa Terbaik Kategori Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Pekerjaan Umum kepada konsorsium HUTAMA–ABIPRAYA–JAYA KONSTRUKSI–YASA (KSO) atas kinerja fantastis mereka pada proyek Tol Serang–Panimbang Seksi III.
Ajang penghargaan ini mengambil nama Ir. Sutami, Menteri Pekerjaan Umum periode 1964–1978 yang terkenal karena integritas dan kesederhanaannya. Ternyata, sosok Ir. Sutami punya hubungan sejarah yang sangat erat dengan Hutama Karya. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama PN Hutama Karya pada periode 1961–1966. Jejak moral, etos kerja, dan pengabdian yang diwariskan Ir. Sutami kini menjadi rujukan utama bagi Hutama Karya dalam menjalankan setiap penugasan infrastruktur hingga hari ini.
Menteri PU sendiri menekankan bahwa Sutami Award menegaskan pentingnya pendekatan hexahelix—melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok profesional, akademisi, media, hingga komunitas masyarakat—untuk mencapai target pembangunan. Hutama Karya telah membuktikan dirinya sebagai stakeholder kunci dalam pendekatan kolaboratif ini.
Penghargaan Kategori P3DN Terbaik secara khusus didedikasikan atas kinerja konsorsium dalam Paket Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi III (Cileles–Panimbang) Fase 2 Paket 2. Ini adalah kabar gembira bagi masyarakat Banten!
Hingga November 2025, progres konstruksi ruas tol ini sudah mencapai 58,11 persen. Angka ini menunjukkan kinerja yang lebih cepat dari jadwal rencana! Pekerjaan di lapangan saat ini berfokus pada penyelesaian badan jalan, pembangunan jembatan, bangunan pelengkap utama, serta perbaikan sistem drainase.
Ruas Cileles–Panimbang ini berlokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten, dan menjadi bagian akhir dari jaringan Jalan Tol Serang–Panimbang sepanjang 83,67 kilometer. Secara teknis, jalan tol ini dirancang sebagai jalan tol dua lajur per arah, dilengkapi median pemisah, sistem drainase terintegrasi, dan sejumlah jembatan yang melintasi sungai serta jalan eksisting. Proses konstruksi meliputi penyiapan badan jalan, perkerasan aspal, bangunan pelengkap, hingga pengamanan lereng dan penanganan hidrologi. Semua ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keandalan struktur jalan tol dalam jangka panjang.
Mengapa proyek ini meraih penghargaan P3DN Terbaik? Jawabannya ada pada komitmen Hutama Karya dalam mengedepankan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Konsorsium ini sangat selektif memilih material, peralatan, dan jasa pendukung yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi dan tersertifikasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media