Nasional . 04/12/2025, 10:46 WIB

Misi Senyap BNN Gulung Buronan Internasional Dewi Astutik Alias Mami

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

fin.co.id  - Operasi senyap lintas negara yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, BAIS TNI, serta Bea Cukai akhirnya berhasil menggulung buronan internasional Dewi Astutik alias Mami.

Perempuan yang disebut sebagai aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle itu ditangkap di Sihanoukville, Kamboja.

Dewi merupakan sosok kunci di balik berbagai upaya penyelundupan narkotika yang digagalkan pada 2024-2025, termasuk jaringan Golden Crescent.

Ia diketahui memulai aktivitas kriminalnya pada 2023 dan terhubung dengan jaringan narkotika di Kamboja, Nigeria, hingga Brasil.

Modusnya, Dewi merekrut WNI tanpa pekerjaan di Kamboja untuk dijadikan kurir internasional ke sejumlah negara seperti Laos, Hong Kong, Korea Selatan, Brasil, hingga Ethiopia.

Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang sebulan sebelumnya memerintahkan pembentukan tim khusus guna memburu Dewi di luar negeri.

Dukungan strategis diberikan oleh Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI di bawah pimpinan Yudi Abrimantyo. Keduanya berperan penting dalam pemetaan pergerakan lintas negara dan koordinasi intelijen regional.

Proses diplomasi dan pemenuhan seluruh dokumen legal dipimpin oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama jajaran KBRI Phnom Penh.

Di lapangan, kerja sama erat terjalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, yang memastikan operasi berjalan cepat, presisi, dan tanpa menciptakan kegaduhan publik.

Dewi Astutik yang juga masuk daftar buronan Kepolisian Korea Selatan diamankan saat berjalan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.

Ia ditangkap bersama seorang pria asal Pakistan berinisial AH, diduga sebagai kekasih sekaligus rekan dalam jejaring kriminal tersebut.

Setelah diamankan, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas serta serah terima resmi antarotoritas kedua negara.

Kepala BNN RI, Komjen Ahmad Suyudi Aryo Seto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi ini dan menegaskan bahwa penangkapan Dewi merupakan bukti komitmen BNN dalam memerangi sindikat narkotika hingga ke luar negeri.

"Keberhasilan ini menegaskan komitmen BNN RI dalam mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri melalui sinergi yang kuat antar lembaga negara maupun kepolisian negara sahabat," katanya.

Setiba di Tanah Air, Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, serta jejaring internasional yang selama ini bergerak di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Jaringan ini diduga terlibat dalam distribusi berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu, kokain, hingga ketamin.

BNN menegaskan bahwa upaya pemberantasan tidak berhenti pada penangkapan. Langkah berikutnya adalah membongkar seluruh struktur jaringan yang beroperasi secara masif, terkoordinasi, dan lintas negara. (Rafi Adhi)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com