Nasional . 04/12/2025, 11:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Korban meninggal akibat bencana anjir dan longsor di Aceh terus bertambah seiring dengan upaya pencarian dari tima penyelamatan. Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan bahwa hingga Rabu 3 Desember pukul 19.37 WIB malam ini, total korban meninggal dunia telah mencapai 305 jiwa, dan sebanyak 191 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir dan longsor di Aceh.
"Korban meninggal kembali bertambah hari ini berdasarkan laporan dari daerah,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, dikutip pada Kamis pagi, 4 Desember 2025.
Murthalamuddin menyampaikan bahwa bencana yang terjadi sejak 18 November 2025 ini telah memberikan dampak masif, mencakup 18 kabupaten/kota di Aceh, tersebar di 229 kecamatan dan 3.310 gampong (desa).
Secara total, warga yang terdampak mencapai 326.800 kepala keluarga (KK) atau 1.599.740 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 174.476 KK dengan 688.775 jiwa terpaksa mengungsi dan tersebar di 898 lokasi pengungsian.
"Dari angka tersebut, 1.435 jiwa mengalami luka ringan, luka berat 403 orang, 305 meninggal dan 191 masih dinyatakan hilang," ujarnya.
Selain korban jiwa, Murthalamuddin juga menyebutkan bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas umum. Tercatat, 138 unit perkantoran rusak, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, empat pondok pesantren, jalan di 302 titik, jembatan di 152 titik, dan 204 unit Puskesmas mengalami kerusakan.
"Bencana ini juga berdampak pada kerugian harta benda, rumah 78.076 unit, ternak 182 ekor, lahan persawahan 55.404 hektare dan perkebunan 12.700 hektare," katanya.
Saat ini, pemerintah bersama tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian terhadap korban hilang dan mempercepat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang terisolasi.
“Fokus kami saat ini adalah evakuasi, pencarian korban hilang, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” ujarnya.
Mengingat kondisi cuaca, Murthalamuddin mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dan meminta warga terus memantau informasi resmi dari posko bencana.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” demikian Murthalamuddin. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media