Hukum dan Kriminal . 05/12/2025, 16:26 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dari jaringan internasional Malaysia–Indonesia. Dalam operasi terpadu bersama Bea Cukai Dumai, aparat berhasil mengamankan 8 kilogram sabu di Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis, 4 Desember 2025.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat mengenai rencana transaksi narkoba berskala besar di wilayah Dumai dan Bengkalis. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim langsung melakukan pemantauan serta penyelidikan di titik lokasi yang dicurigai.
"Selanjutnya Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Jumat, 5 Desember 2025.
Dalam proses penyelidikan, petugas menemukan sebuah Toyota Avanza hitam dengan nomor polisi B 2279 TOM yang diduga membawa paket narkotika. Mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menuju Tol Dumai–Pekanbaru, sehingga aparat segera melakukan pengejaran.
"Pada pukul 20.00 WIB, kendaraan target berhasil dihentikan di parkiran Indomaret Pinggir 532, Jalan Raya Duri," jelasnya.
Di dalam kendaraan tersebut, polisi menangkap dua orang pria yang diduga sebagai kurir lintas negara, yaitu Adi Putra (31) dan Massud (35).
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati delapan bungkus sabu berlogo teh Cina bergambar harimau yang disembunyikan dalam kotak peralatan (tool box). Total berat sabu tersebut mencapai sekitar 8 kilogram, ditambah satu paket kecil sabu seberat 3 gram.
Barang bukti lainnya yang turut diamankan meliputi:
Kedua tersangka berikut barang bukti kini telah dibawa ke Direktorat Narkoba Mabes Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut. Brigjen Eko Hadi menegaskan bahwa pengembangan kasus ini akan terus dilakukan untuk mengungkap jaringan sindikat yang lebih besar.
"Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas," ucapnya.
(Rafi Adhi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media