Hukum dan Kriminal . 05/12/2025, 17:25 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Penggabungan tiga faktor ini menciptakan bencana ekologis dengan skala yang jarang terjadi.
Data terbaru dari BNPB per Kamis 4 Desember 2025 pukul 16.00 WIB menunjukkan:
836 orang meninggal dunia
518 orang masih hilang
2.700 orang mengalami luka-luka
Sementara itu, 51 kabupaten/kota di Sumatera dilaporkan terdampak banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan Geoportal Data Bencana Indonesia BNPB (akses 18.00 WIB), kerusakan akibat banjir dan longsor meliputi:
10.500 rumah rusak
536 fasilitas umum rusak
326 fasilitas pendidikan terdampak
25 fasilitas kesehatan rusak
185 rumah ibadah rusak
115 gedung/ kantor terdampak
295 jembatan rusak atau putus
Bencana ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam 20 tahun terakhir di Sumatera.
Raja Juli menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas untuk mencegah bencana serupa kembali terjadi.
“Kalau hutan rusak, rakyat jadi korban. Pemerintah tidak akan mentolerir pelaku perusakan,” ujarnya.
Dengan pendekatan hukum dan pencabutan izin PBPH, pemerintah berharap pemulihan ekologi Sumatera dapat berjalan dengan cepat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media