Nasional . 07/12/2025, 17:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Koordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung menyampaikan kecaman tegas terhadap konten yang dipublikasikan oleh konten kreator Ferry Irwandi mengenai bantuan pemerintah serta narasi dugaan pemerkosaan di wilayah bencana Sumatera. Ia menilai narasi tersebut tidak tepat, penuh unsur provokasi, dan dapat menimbulkan keresahan di tengah kondisi darurat kemanusiaan.
"Momentum bencana seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan sinergi seluruh elemen bangsa, bukan justru dijadikan ajang menggiring opini publik dengan narasi provokatif," kata Zuhelmi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 Desember 2025.
Ia menegaskan, pemerintah bersama TNI-Polri, tenaga medis, relawan, dan berbagai unsur masyarakat telah bergerak cepat sejak awal bencana melanda.
“Negara hadir di lapangan. Posko-posko dibuka, logistik disalurkan, evakuasi warga terus dilakukan, dan layanan kesehatan darurat berjalan. Banyak pihak bekerja tanpa henti di medan yang sangat sulit. Sayangnya, kerja kemanusiaan ini sering tidak terlihat oleh mereka yang hanya menyaksikan dari jauh,” ujarnya.
FSPI menilai penyampaian narasi soal adanya pemerkosaan di area bencana justru dapat menyesatkan masyarakat sekaligus membentuk kesan keliru tentang moralitas warga Sumatera, kinerja aparat, maupun relawan. Zuhelmi juga menekankan bahwa hal tersebut bisa memperburuk kondisi psikologis para penyintas yang sedang berusaha bangkit.
“Konten seperti itu bukan cerminan kepedulian, melainkan provokasi yang dibungkus dengan drama. Ini sangat berbahaya, karena bisa menurunkan kepercayaan publik sekaligus melukai perasaan para korban,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya indikasi kepentingan politik dalam konten tersebut. Menurutnya, tragedi kemanusiaan tidak boleh dijadikan panggung sensasi atau sarana meraih keuntungan pribadi maupun kelompok.
“Menjadikan penderitaan rakyat sebagai bahan konten adalah bentuk eksploitasi. Kepedulian itu ditunjukkan dengan kerja nyata, bukan dengan narasi yang berpotensi memecah belah,” katanya.
Meski demikian, FSPI tetap menyampaikan penghargaan kepada seluruh relawan, aparat keamanan, dan instansi pemerintah yang terus bertugas dalam kondisi cuaca buruk dan medan sulit. Zuhelmi menyebut bahwa upaya mereka merupakan bukti konkret kehadiran negara.
“Hadirnya negara itu tidak bisa dibantah oleh konten-konten yang hanya mencari sorotan. Mereka yang bekerja di lapangan mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan keselamatan,” ujarnya.
FSPI pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh informasi yang tidak berdasar dan tetap menjaga kondusivitas. Zuhelmi menuturkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kekompakan, empati, dan gotong royong dari seluruh elemen bangsa.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah solidaritas, bukan saling menyalahkan. Mari jaga ruang publik agar tetap sehat dan tidak dipenuhi konten yang memperkeruh keadaan,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media