Nasional . 08/12/2025, 21:28 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dana tersebut akan difokuskan untuk perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, jaringan irigasi, perumahan warga, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak akibat bencana.
Selain menyampaikan soal anggaran, Suharyanto juga memaparkan data terbaru jumlah korban akibat bencana di wilayah Sumatera per Minggu (7/12/2025). Angkanya tergolong sangat mengkhawatirkan.
“Kami laporkan, untuk korban jiwa per hari ini meninggal dunia 921 orang, hilang 392 orang, mengungsi 975.079 orang,” ujar Suharyanto.
Angka ini menunjukkan bahwa bencana yang terjadi tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga menciptakan krisis kemanusiaan yang sangat besar.
Dari keseluruhan korban tersebut, Aceh tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pengungsi terbanyak.
“Untuk di Aceh sendiri yang meninggal dunia 366 orang, hilang 97 orang, dan mengungsi 914.202 orang,” jelas Suharyanto.
Besarnya jumlah pengungsi ini membuat pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus bergerak cepat dalam:
Penyediaan hunian sementara
Logistik pangan
Layanan kesehatan
Air bersih
Serta pendampingan psikososial bagi para korban
Laporan BNPB ini menjadi dasar penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah strategis ke depan, baik dari sisi kebijakan anggaran, percepatan rehabilitasi, maupun penguatan sistem mitigasi bencana nasional.
Pemerintah juga didorong untuk:
Mempercepat alokasi dana APBN
Mengoptimalkan dana siap pakai bencana
Serta membuka peluang dukungan internasional jika diperlukan
Dengan total kebutuhan anggaran yang menyentuh Rp51,81 triliun, pemulihan pascabencana di Sumatera jelas menjadi salah satu agenda nasional paling krusial di akhir 2025.
Kecepatan penanganan akan sangat menentukan:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media