Ekonomi . 09/12/2025, 20:58 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pada saat kesepakatan ditandatangani di November 2024, Magnum Ice Cream Indonesia masih memiliki hubungan afiliasi dengan Unilever Indonesia. Namun, Padwestiana menegaskan bahwa:
Saat pelaksanaan dan penyelesaian transaksi,
Magnum tidak lagi memiliki hubungan afiliasi dengan Unilever Indonesia.
Dengan demikian, transaksi ini telah memenuhi seluruh ketentuan pasar modal terkait transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.
Langkah Unilever melepas bisnis es krim bukan tanpa alasan. Padwestiana mengungkapkan, kebijakan ini sejalan dengan strategi global Grup Unilever yang tengah melakukan pemisahan bisnis es krim secara global.
“Penjualan tersebut akan memungkinkan Perseroan merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis es krim di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek,” jelasnya.
Artinya, Unilever ingin:
Mengoptimalkan nilai aset
Memperkuat fokus pada bisnis inti lainnya
Memberikan nilai tambah langsung kepada para pemegang saham
Bagi investor, transaksi senilai Rp 7 triliun ini berpotensi memberikan sejumlah dampak positif, antara lain:
Likuiditas perusahaan meningkat
Rasio keuangan berpotensi membaik
Potensi pembagian dividen lebih besar
Fokus bisnis Unilever menjadi lebih ramping dan efisien
Tak sedikit analis yang menilai langkah ini sebagai manuver cerdas untuk memperkuat fundamental Unilever di tengah persaingan industri FMCG yang makin ketat.
Dengan selesainya transaksi ini, maka:
Seluruh operasional bisnis es krim eks Unilever Indonesia resmi berada di bawah kendali PT The Magnum Ice Cream Indonesia
Brand-brand es krim tetap beroperasi di pasar Indonesia, namun kini berdiri sebagai entitas bisnis baru
Konsumen dipastikan tetap dapat menikmati produk es krim favorit mereka tanpa gangguan distribusi
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media