Viral . 11/12/2025, 17:36 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Kalau bicara soal perjuangan, cerita satu ini benar-benar bikin merinding sekaligus mematahkan stigma bahwa kegagalan itu akhir dari segalanya. Seorang pemuda asal Hanura, Teluk Pandan, Pesawaran akhirnya berhasil lulus seleksi TNI AD di Batalyon Infanteri 143/Tri Wira Eka Jaya (TWEJ). Yang bikin tambah dramatis, ia pernah gagal lima kali saat mencoba masuk TNI AL.
Momen haru itu terjadi saat pengumuman penerimaan TNI di Yonif 143/TWEJ, Lampung Selatan, Minggu, 07 Desember 2025. Orang tua peserta lain yang ikut hadir tanpa sengaja mengabadikan detiknya. Suasananya langsung berubah emosional saat pemuda tersebut tak mampu menahan tangis bahagia.
Sebelumnya, tidak ada yang menyangka pemuda itu membawa kisah hidup seberat ini. Ia ternyata seorang anak yatim. Ayahnya sudah lama tiada, sementara ibunya bekerja menjajakan kue keliling setiap hari untuk menyambung hidup. Tekanan hidup jelas bukan hal baru bagi mereka, namun semangatnya untuk menjadi prajurit tidak pernah padam.
Di tengah momen pengumuman tersebut, pemuda ini terlihat mencari-cari ponsel. Ternyata, ia tidak membawa gawai. Ia memberanikan diri meminjam handphone orang tua peserta lain hanya untuk memberi kabar bahagia itu kepada keluarganya. Bayangkan, setelah lima kali gagal, ia akhirnya bisa mengabarkan bahwa perjuangannya tidak sia-sia.
Bagian paling menyayat justru datang dari pengakuan yang membuat banyak orang ikut meneteskan air mata. Ibunya tidak hadir di lokasi pengumuman. Bukan karena tidak mendukung, tetapi karena tidak punya biaya untuk berangkat ke Lampung Selatan.
Walau begitu, doa sang ibu jelas menyertai setiap langkah putranya. Dan hari itu, doa-doa itu terjawab.
Ketika kabar kelulusan itu disampaikan lewat telepon, suara ibunya disebut-sebut langsung bergetar. Betapa tidak, perjalanan penuh penantian akhirnya membuahkan hasil. Dari menjual kue keliling setiap pagi hingga sore, kini ia bisa menghembuskan napas lega karena anaknya berhasil meraih cita-cita.
Kisah ini langsung menjadi pembicaraan karena relevan dengan banyak orang yang tengah merasa terhimpit kegagalan. Lima kali gagal masuk TNI AL bukanlah pengalaman ringan. Banyak orang mungkin menyerah di percobaan pertama atau kedua.
Namun pemuda ini mengambil jalan berbeda. Ia tidak berhenti mencoba. Ia mengubah arah, berusaha masuk jalur lain, dan justru sukses meraih tempatnya di TNI AD.
Cerita seperti ini mengingatkan bahwa kegigihan itu punya nilai luar biasa. Tidak selalu semua berjalan lurus. Kadang, jalan memutar justru membawa kita ke tujuan yang lebih tepat.
Video dan cerita mengenai kelulusan ini cepat membuat orang ikut larut dalam emosi. Orang tua peserta lain yang menyaksikan langsung pun mengaku tidak bisa menahan haru. Melihat pemuda itu menutupi wajahnya sambil menangis membuat suasana pengumuman penerimaan TNI terasa berbeda dari biasanya.
Banyak yang memuji perjuangannya, banyak pula yang tersentuh karena latar belakang keluarganya. Anak yatim dengan ibu penjual kue keliling, namun mampu tampil kuat dan konsisten mengejar cita-citanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media