Nasional . 12/12/2025, 23:48 WIB

Menatap Abad Kedua, NU Dorong Kebangkitan Baru di Ranah Sains dan Teknologi

Penulis : Tuahta Aldo  |  Editor : Tuahta Aldo

fin.co.id - Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (NU) mengadakan sebuah diskusi publik, untuk membedah masa depan organisasi menjelang masuknya NU ke abad kedua.

Diskusi publik tersebut digelar di Sofyan Hotel, Jakarta Selatan, Jumat 12 Desember 2025, diikuti para penggagas gerakan serta berbagai elemen Nahdliyin.

Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru NU, Herry Haryanto Azumi mengungkapkan, forum tersebut disusun sebagai ruang refleksi sekaligus perencanaan jangka panjang.

“Hari ini kita menggelar diskusi publik tentang gerakan kebangkita kedua atau kebangkita baru Nahdlatul Ulama. NU pada bulan depan ini akan genap berusia 100 tahun, jadi NU itu memiliki trajectory dalam 100 tahun pertama kemarin berhasil meneguhkan identitasnya sebagai organisasi keagamaan, ekonomi, politik bahkan international organitation,” ungkap Herry Haryanto Azumi, Jumat 11 Desember 2025.

Menurutnya, NU perlu menyiapkan peta jalan baru, agar mampu menjawab seluruh tantangan 100 tahun ke depan.

Herry menjelaskan bahwa momentum memasuki abad kedua harus dimanfaatkan NU untuk memperluas kontribusi, terutama di sektor sains dan teknologi yang sebelumnya belum menjadi fokus utama.

“Pada 100 tahun kedua besok, kita ingin meneguhkan akan menjadi seperti apa NU nantinya di 100 tahun kedua ini. Jadi nantinya NU akan melibatkan diri di bidang sains dan teknologi, AI kemudian pengetahuan-pengetahuan baru yang dalam 100 tahun pertama ini belum pernah kita lihat,” jelasnya.

Ia melihat peluang besar bagi NU, untuk tampil sebagai kekuatan baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan global.Optimisme itu didorong oleh semakin banyaknya anak muda NU, yang menempuh pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik dunia.

“Jadi nanti NU akan terlibat aktif dan menjadi pelaku dalam pengembangan sains dan teknologi. Ini menjadi peluang karena banyak generasi-generasi muda NU yang belajar di berbagai perguruan-perguruan tinggi di dunia, dari Eropa, Amerika, Australia dan kampus-kampus terbaik di Asia Pasifik dan lain sebagainya,” kata Herry Haryanto Azum.

Kehadiran generasi yang terpapar standar internasional diyakininya akan melahirkan wajah baru NUlebih terbuka, inovatif, dan memiliki pengaruh global.

“Jadi ini akan menandai satu jenis generasi baru NU yang akan mewarnai 100 tahun kedua ini. Ini yang kita bahas dalam diskusi publik hari ini,” tutupnya.

Diskusi publik ini diawali sambutan dari Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru NU, Herry Haryanto Azumi, serta taushiyah oleh KH Mujib Chudory.

Sejumlah tokoh turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Dr Anom Surya Putra, SH, MH, Dr Fadli Yasir, Dr Erry Soebroto, Marsda (Purn) Dr Johansyah, dan Prof Dr M Baharun.

Diskusi publik ini ipandu oleh moderator Sonny Daeng Tarang, SE, MSi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com