Hukum dan Kriminal . 12/12/2025, 21:39 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Untuk di TKP Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan,” kata Irhamni dalam konferensi pers daring, Rabu (10/12/2025).
Banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten di Sumatra dalam beberapa minggu terakhir memicu perhatian nasional. Banyak ahli lingkungan menduga bahwa kerusakan kawasan hutan di Tapanuli turut memperparah kondisi banjir.
Pembalakan liar di daerah aliran sungai berpotensi:
Mengurangi daya serap tanah
Mempercepat laju air saat hujan deras
Mengakibatkan sedimentasi dan pembentukan sungai baru yang tidak stabil
Mengubah aliran air sehingga memperbesar risiko banjir bandang
Temuan adanya sungai baru yang tidak organik di Tapanuli menguatkan dugaan bahwa aktivitas ilegal sudah berjalan cukup lama dan dalam skala besar.
Kapolri menyiratkan bahwa penyidik masih terus menelusuri pihak-pihak yang terlibat. Dengan temuan bukti alat berat dan kerusakan DAS yang signifikan, bukan tidak mungkin jumlah tersangka akan bertambah.
Polri disebut tengah mendalami:
Pemilik alat berat
Pengelola lapangan
Perusahaan yang diduga terlibat
Pihak yang menerima keuntungan dari kayu ilegal
Dugaan keterlibatan oknum aparat atau pejabat daerah
Penetapan satu tersangka awal menjadi pintu masuk untuk membuka jaringan lebih luas terkait illegal logging yang selama ini merusak kawasan Tapanuli.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media