Tak hanya kantor pemerintahan, Basuki juga memastikan bahwa sejumlah fasilitas pendukung akan selesai dalam waktu dekat. Fasilitas tersebut meliputi:
-
Sekolah
-
Pasar
-
Sarana pelayanan publik dasar
Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam membangun IKN sebagai kota yang layak huni, bukan sekadar pusat administrasi negara.
IKN Masuk Fase Kedua pada 2025
Dengan hampir rampungnya fase pertama, pembangunan IKN akan memasuki fase kedua pada tahun 2025. Pada tahap ini, pemerintah akan memperluas pembangunan ke aspek lain, termasuk kawasan hunian, layanan sosial, serta penguatan ekosistem kota.
Fase kedua diharapkan mampu mempercepat transformasi IKN menjadi kota cerdas, hijau, dan berkelanjutan sesuai visi jangka panjang pemerintah.
Basuki juga mengungkapkan bahwa dirinya mendengar adanya keinginan Wakil Presiden untuk mulai berkantor di IKN pada tahun 2026.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Wakil Presiden.
“Beliau punya keinginan gitu (2026 berkantor di IKN) saya dengar,” kata Basuki.
Jika rencana ini terwujud, maka IKN akan mulai berfungsi aktif sebagai pusat pemerintahan, sekaligus menjadi simbol nyata pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara.
Dengan progres pembangunan yang hampir rampung dan kesiapan infrastruktur utama, IKN kini memasuki fase krusial. Penyelesaian kantor Wakil Presiden, sekolah, dan pasar menjadi penanda bahwa IKN bukan lagi sekadar proyek di atas kertas, melainkan kota yang siap dihuni dan dioperasikan.
Tahun 2025 dan 2026 diprediksi akan menjadi babak penting dalam sejarah IKN, ketika pusat pemerintahan mulai benar-benar berpindah dan kehidupan kota mulai tumbuh secara nyata.